KABUPATEN SUKABUMI

Tembok Kecamatan Sagaranten Sukabumi Roboh , Diguyur Hujan Deras

×

Tembok Kecamatan Sagaranten Sukabumi Roboh , Diguyur Hujan Deras

Sebarkan artikel ini
Kantor Kecamatan Sagaranten
Kondisi Tembok kantor kecamatan Sagaranten Roboh

SAGARANTEN – Hujan deras disertai angin kencang, tembok penahan tanah di Kampung Cigadog, Desa/ Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi ambruk membuat pagar juga turut roboh.

Dari informasi didapat, ambruknya tembok penahan tanah tersebut terjadi, Rabu, (15/11) sekitar pukul 03.00 Wib dini, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, namun sarana penunjang yakni saluran air tertutup material longsoran.

Bank bjb Tandamata

Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Entis Daeng Sutisna dalam keterangan yang diterimas Radar Sukabumi mengungkapkan, ambruknya tembok dan pagar kantor kecamatan tersebut akibat tanah labil dan di guyur hujan deras.

“Akibat hujan deras yang cukup lama mengakibatkan pagar tembok kecamatan ambruk, dari laporannyang diterima petugas dilapangan tidak menimbulkan korban,” ujar Entis Daeng Sutisna. Rabu, (15/11).

Adapun tembok dan pagar yang ambruk, kata Entis Daeng memiliki ukuran panjang kurang lebih sekitar 15 meter dan memiliki ketinggian sekitar 2 meter. Saat ini tengah dilakukan upaya penanganan dengan pembersihan materialnya.

“Personel P2BK Sagaranten sudah berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, pemdes, kecamatan, Babinsa, dan Babinkamtibmas, satpol Pp melakukan upaya penanganan sementara,” jelasnya.

Adanya peristiwa tersebut, Entis Daeng Sutisna menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati hati, pasalnya cuaca saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan.

“Untuk kebutuhan mendesak saat ini bbata merah, semen ,pasir dan besi untuk perbaikan tembok yang rusak,” terangnya.

“Hingga saat ini belum ada penanganan lanjutan, jumlah kerugian akibat peristiwa itu masih dalam perhitungan personel dilapangan bersama jajaran forkompimcam dan pemdes setempat,” tandasnya. (Ndi)