SUKABUMI – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak awal Desember membawa dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Hujan deras yang terus menerus menyebabkan bencana alam berupa banjir, longsor, dan pergeseran tanah di sejumlah wilayah.
Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah ruas jalan Ciguyang-Cisagu-Kalibunder, tepatnya di Kampung Cisagu, RT 01/RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten.
Longsor dan pergeseran tanah yang terjadi pada 4 Desember 2024 ini mengakibatkan kerusakan berat pada infrastruktur jalan utama yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Sagaranten.
Jalan tersebut nyaris tidak bisa dilalui kendaraan akibat tumpukan material longsor dan retakan tanah yang memutus badan jalan.
Situasi diperparah dengan putusnya aliran listrik ke wilayah terdampak, sehingga warga kesulitan menjalankan aktivitas harian, mulai dari penerangan, komunikasi, hingga akses ke layanan kesehatan.
Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan warga Desa Mekarsari dan sekitarnya. Aktivitas ekonomi lumpuh total, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian ke pasar
. Selain itu, warga yang memerlukan layanan kesehatan darurat menghadapi tantangan besar akibat sulitnya akses ke fasilitas kesehatan terdekat.
Egi Ramdani, salah seorang warga Desa Mekarsari, mengungkapkan betapa sulitnya situasi yang mereka hadapi. “Kami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Untuk pergi ke pasar atau sekadar membeli bahan makanan saja, jalannya terlalu berbahaya. Aliran listrik yang terputus juga menambah kesulitan kami,” ujar Egi.
Meski dalam kondisi darurat, warga setempat menunjukkan semangat gotong royong. Dengan peralatan seadanya, mereka membersihkan sebagian material longsor dan membuka akses sementara untuk kendaraan roda dua. Namun, jalur yang terbuka masih jauh dari kata aman.
“Sekarang motor sudah bisa lewat, tapi kami tetap mengimbau warga untuk berhati-hati. Jalan masih rentan longsor lagi,” tambah Egi.






