SIMPENAN – Pasca dilakukan aksi pembersihan masal dalam Karya Bakti memperingati HUT TNI ke 78, oleh kodim 0622 beserta unsur terkait lainnya yang dilaksanakan 4- 7 Oktober 2023, pantai Cibutun Pesisir Loji, di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, kini mulai berangsur bersih.
Pantauan dilapangan, sebelumnya tumpukan sampah kain kain yang menggunung kini mulai terbebas setelah dilakukan pengerukan menggunakan alat berat, saat ini yang terlihat sampah plastik serta limbah lainnya yang bersifat kecil.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, tidak lagi membuang sampah sembarangan terlebih ke sungai pasalnya akan berakibat kembali menumpuknya sampah sampah di pantai Cibutun Pesisir Loji, Desa Sangrawayang tersebut.
“Masyarakat harus lebih peduli, bagaimana tidak lagi membuang sampah ke sungai maupun ke laut, pemerintah daerah dan pemdes dikumpulkan termasuk karangtaruna, pramuka untuk rutin memantau posisi wilayah itu dan dilakukan untuk membersihkan sampah itu,” ungkap Marwan. Rabu, (11/10).
Pasalnya kata Marwan, semua telah mencermati beberapa faktor bahwa kondisi daerah Sangrawayang sampai dengan Cibutun pesisir Loji tersebut selama ini banyak dan menumpuk akibat sampah kiriman dari Sungai Cimandiri, yang selanjutnya saat musim barat kondisi ombak besar sampah terdampar terbawa arus.
“Itu sampah sampah dari wilayah-wilayah masuk teluk melalui sungai Cimandiri, kemudian masuk ke daerah Sangrawayang Cibutun itu, musim selatan biasanya musim penghujan itu sampah rumah tangga yang terbawa arus, itu dari sungai Cimandiri dari hulu, itu kan sungai-sungai membawa termasuk sampah dari Kota Sukabumi,” jelasnya.
“Semua putaran atau pusaran air laut itu terpusatnya dari pantai Loji sampai Sangrawayang, tentunya kita harus antisipasi dari program pemerintah daerah, mungkin kita melakukan konsolidasi dengan pemdes dalam kegiatan jumat bersih, walaupun memang tidak bisa secara utuh, nah sampah yang di Cibutun ini sebelumnya belum terantisipasi baik,” imbuhnya
Dan tumpukan sampah yang sempat viral beberapa waktu kebelakang, kata Marwan lagi yang tiba tiba memang tidak bisa pungkiri, awalnya diduga tumpukan sampah kain kain itu merupakan buangan limbah garmen, dan juga pakaian bekas yang dilempar ke laut yang kemudian terbawa ke pantai dan terdampar.






