KABUPATEN SUKABUMI

Bocah Kelas 6 SD di Sukalarang Sukabumi Mengidap Gizi Buruk, Tinggal Bersama Neneknya

×

Bocah Kelas 6 SD di Sukalarang Sukabumi Mengidap Gizi Buruk, Tinggal Bersama Neneknya

Sebarkan artikel ini
Gizi Buruk Cimangkok Sukabumi
Kepala Desa Cimangkok, Erik bersama jajaranya, saat memberikan bantuan kepada Dewi Susilawati (12) penderita gizi buruk.

SUKABUMI – Nasib memilukan menimpa seorang bocah bernama Dewi Susilawati (12) asal warga Kampung Manglid, RT 03/03, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Bagaimana tidak, bocah yang duduk di kelas 6 SD ini, dikabarkan mengidap gizi buruk. Akibat penyakit yang dideritanya, kini Dewi hanya terkulai lemas di kamar tidur dan tidak bisa sekolah.

Camat Sukalarang, Yanyan Mulya Suryana kepada Radar Sukabumi mengatakan, setelah mengetahui informasi tersebut, petugas Desa Cimangkok bersama Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), petugas gizi, bidan dan perawat desa, langsung melakukan kunjungan ke rumah anak yang mengidap gizi buruk pada Senin (11/09).

Bank bjb Tandamata

“Berdasarkan data yang diperoleh, dari neneknya. Bahwa Dewi ini tinggal bersama neneknya setelah ibunya meninggal dunia. Sementara, ayahnya tinggal di Kampung Cimanggu,” kata Yanyan kepada Radar Sukabumi pada Selasa (12/09).

Meskipun kesehatan Dewi saat lahir normal dan pertumbuhan serta perkembangannya sesuai dengan anak seusianya. Namun, saat ini kondisi kesehatannya kian memburuk. “Pada 30 Agustus 2023, Dewi jatuh sakit dan dirawat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi selama 6 hari dengan diagnosis gizi buruk dan tifoid,” paparnya.

Selama perawatan tersebut, sambung Yanyan, berat badan Dewi menurun sebanyak 4 kilogram, tepatnya dari 22 kilogram mengalami penurunan menjadi 18.5 kilogram. “Menurut pengakuan dari neneknya, pola makannya Dewi sejauh ini sudah mengikuti anjuran dengan makan 3 kali sehari dan mengonsumsi protein hewani. Seperti telur dan ayam,” timpalnya.

“Meskipun begitu, indeks massa tubuh Dewi hanya 12.82 dan kata dokter dari rumah sakit Bunut angka itu yang menunjukkan status gizi buruk,” tandasnya.

Dalam membantu pemulihan Dewi, disarankan agar ia mengonsumsi makanan 4 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil. Tetapi lebih sering, serta mengonsumsi makanan ringan 2 kali sehari. “Hal ini diharapkan dapat membantu Dewi untuk mendapatkan gizi yang cukup dan membantu dalam pemulihan kesehatannya,” bebernya.

Kepala Desa Cimangkok, Erik Suparman mengatakan, anak perempuan tersebut, mengidap gizi buruk setelah ia terserang penyakit tipes atau demam tifoid. Setelah itu, anak tersebut dibawa neneknya untuk berobat ke RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi. “Pada 04 September 2023, anak tersebut diperbolehkan pulang oleh rumah sakit dan menjalani rawat jalan untuk mengetahui perkembangan kesehatannya,” katanya.