SUKABUMI – Bantuan sosial (Bansos) untuk warga kurang mampu di wilayah Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menuai protes dari warga setempat.
Bahkan, baru-baru ini ramai menjadi perbincangan soal adanya dugaan pemotongan bantuan sosial untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah desa tersebut, sebesar Rp50 ribu per KPM.
Kapolsek Cireunghas, Polres Sukabumi Kota, lpda Hendrayana kepada Radar Sukabumi mengatakan, untuk menindaklanjuti adanya kasus dugaan pemotongan Bansos, bagi penerima manfaat tersebut, dirinya mengaku telah melakukan pemanggilan kepada para pendamping desa.
“Kita sudah panggil barusan para pendamping desa ke kantor Mapolsek Cireunghas, untuk dimintai keterangan soal ramainya adanya dugaan kasus pemotongan Bansos di Desa Tegalpanjang,” kata Hendrayana kepada Radar Sukabumi pada Senin (04/09).
Pemanggilan para pendamping desa tersebut, sambung Hendraraya, merupakan tindak lanjut dan cepat respon pihak Kepolisian terkait keluhan masyarakat, terhadap adanya dugaan pemotongan Bansos. Terlebih, kasus dugaan tersebut sempat viral di media sosial Facebook.
Salah seorang pengguna Facebook dengan akun Hikayat Benzema, telah menulis di salah satu akun Group Facebook Sukabumi, “Istri di bumi kengeng acis di desa 400 saurna, di desa abdimah di desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, dipotong 50 K saurna kunu megang ATM na, sisa 350 cenah kin bade dipasihkeun ka RT duka sabaraha, kange ongkos nyanakna saurna teh. Panginten bersihna angap we 300 K. Upami jelas potongan namah wios, abimah iklas, sing saratus oge, misal kange anu teu kabagian, kin dibagiken ku RT.
Supaya teu milaraan. punten bade tumaros….Dupi di daerah palawargi sami teu dipotong kitu ???
(Istri di rumah dapat uang di desa 400 katanya, di desa saya, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas dipotong Rp50 ribu katanya sama orang yang pemegang ATM-nya. Sisa Rp350 ribu, katanya nanti mau diberikan ke RT tidak tahu berapa, buat ongkos ngambilan katanya. Kayanya, bersihnya anggap saja Rp300 ribu.
Kalau jelas potongannya, tidak apa-apa. Saya mah ikhlas, meski Rp100 ribu juga, misal buat yang tidak kebagian, nanti dibagikan ke RT. Supaya tidak menjadi bahan gunjingan orang.
#Maaf mahu nanya…
Kalau di daerah para warga lainnya, sama tidak di potong gitu).






