SUKABUMI — Wacana pembangunan Bandar Udara (Bandara) Sukabumi, tepatnya di wilayah Kecamatan Cikembar hanya sebatas mimpi.
Wacana tersebut tertunda sejak 5 tahun, sejak tahun 2019 wacana pembebasan lahan untuk bandara tersebut jalan ditempat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman kepada mengaku pada tiga bulan terkahir telah melakukan rapat koordinasi melalui zoom meeting bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementrian Perhubungan serta Staf Kepresidenan, untuk membahas progres rencana pembangunan Bandara Sukabumi di Cikembar.
“Untuk kabar update rencana pembangunan Bandara Sukabumi di Cikembar, sudah ada sekitar tiga bulan yang lalu, melakukan rakor, “jelas Dedi
“Iya, kemungkinan masih menunggu biaya atau anggaran yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementrian Perhubungan,”tambahnya.
Menurutnya, hasil dari rapat koordinasi tersebut, pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, masih terkendala dalam hal pembiayaan untuk pembebasan lahan dan pekerjaan struktur.
“Jadi untuk pembebasan lahan berada di bawah kewenangan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan untuk strukturnya. Seperti pembangunan fisik bangunan, berada pada bagian pemerintah pusat,” tandasnya.
“Sementara untuk peran dari Dishub Kabupaten Sukabumi, hanya sebagai unsur pendukung. Karena, kewenangan pembangunan Bandara Sukabumi itu, merupakan kewenangan dari Kementrian Perhubungan,” bebernya.
Masih kata Dedi, rencana pembangunan Bandara Sukabumi yang lokasinya berada di Cikembar, sudah ada penetapan lokasi (Penlok) yang ditandatangani langsung oleh Mentri Perhubungan kaitan dengan transportasi udara.
Bukan hanya itu, Bandara Sukabumi yang rencananya akan dibangun di wilayah Kecamatan Cikembar ini, dalam sisi perencanaannya sudah selesai dan kajian-kajian lainnya pun sudah tuntas. Seperti kajian FS, masterplan, kajian dan penyusunan Detail Engineering Design (DED), kajian navigasi sampai dengan penetepan lokasi.
“Untuk luasan lahan pembangunan Bandara sendiri, membutuhkan total lahan sekitar 137.66 hektare,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Camat Cikembar, Dading mengatakan, pemerintah Kecamatan Cikembar hingga saat ini belum mendapatkan informasi terkini, perihal adanya progres pembangunan Bandara Sukabumi di wilayah kecamatan yang tengah dipimpinnya tersebut.
Namun, pada Agustus 2018 lalu, pihaknya mengaku, telah mendapatkan informasi dari Pjs Kepala Desa Cimanggu yang telah mengikuti rapat tingkat Kabupaten Sukabumi, untuk membahas soal rencana pembangunan Bandara yang akan dibangun pada 2019.
“Namun, hingga saat ini pembangunan Bandara Sukabumi di Cikembar itu, belum juga terealisasi. Bahkan, proses pembebasan lahan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat, pun belum terlaksana,” jelasnya.
Menurutnya, lahan yang akan dijadikan untuk pembangunan Bandara Sukabumi ini, secara keseluruhan berada di Desa Cimanggu.
Diantaranya, 80 hektare berada di lahan milik PT Bogorindo, 100 hektare berada di lahan PT Perkebunan Nusantara (PT PN) Karet Cibungur, di Kedusunan Cikahuripan dan Ciawitali.
Sementara untuk Desa Cikembar dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, akan masuk pada wilayah terdampak. Sebab, dua wilayah di desa tersebut hanya akan terbawa oleh pembangunan di ujung landasan saja dengan luas lahan sekitar 30 hektare.






