SUKABUMI – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi, telah mengapresiasi program inovasi yang dilakukan oleh SMK Nuurul Bayan, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.
Bagaimana tidak, sekolah tersebut telah berhasil launching buku karya guru dan siswanya dalam kumpulan cerpen yang berjudul Ikhlas Melepasmu, Amin Paling Serius dan Karya Novel Harga Rahim Yasa.
Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa ia mewakili Diarpus Kabupaten Sukabumi telah menghadiri secara resmi acara konferensi pers launching buku karya guru dan siswa di SMK Nuurul Bayan Kecamatan Kalapanunggal, pada beberapa waktu lalu.
“Saya sangat mengapresiasi Kepala Sekolah SMK Nuurul Bayan, Kalapanunggal yang bisa memfasilitasi guru dan siswanya melalui wadah ekstrakurikuler LEKSIKON, sehingga mampu membawa hasil karya yang luar biasa berupa karya kepenulisan guru dan siswa dalam kumpulan cerpen tersebut,” kata Yana kepada Radar Sukabumi pada Minggu (25/06).
Untuk itu, kedepannya Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi akan selalu siap memfasilitasi penerbitan, apabila siswa mendapatkan kesulitan dalam menerbitkan buku hasil karyanya.
“Memang itu, perlu diacungi jempol yah. Karena, novel yang berjudul Harga Rahim Yasa itu, merupakan karya guru sekaligus pemenang Kompetisi Menulis Novel Nasional bernama ibu Siti Saniyah Kohar,” imbuhnya.
“Nah, dia itu seorang guru bahasa Indonesia dari SMK Nuurul Bayan Kalapanunggal. Dalam novelnya, ibu Siti yang mempunyai nama pena Alien Moomin yang menggambarkan bahwa harga diri seseorang tidak bisa dibeli oleh uang, namun terkadang realita ketidakberdayaan memaksa seseorang seperti Yasa tokoh utama dalam novelnya menjual rahimnya,” bebernya.
Masih kata Yana, transaksi jual beli ini mengantarkan kisah roman antara Yasa dan tokoh Gesa sebagai pembeli rahim. Karena keinginannya mempunyai seorang putra. “Insya Allah, kami dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, akan selalu memfasilitasi mereka yang berkarya dalam hal penerbitan bukunya,” timlanya.
Sementara itu, Kepala SMK Nuurul Bayan, Imam Noerilhamsyah mengatakan, bahwa tujuan utama dibuatkan ekstrakulikuler Leksikon merupakan salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kegemaran membaca di lingkungan sekolah.
“Selain Leksikon, SMK Nurul Bayan juga menyediakan pojok baca di area sekolah, dan ternyata upaya tersebut membawa hasil yang sangat membanggakan karena sudah menghasilkan 4 orang penulis dari kalangan siswa, dan seorang guru yang menjadi pemenang novel tingkat nasional,” pungkasnya. (Den)






