BANDUNG – Ribuan Al-quran hilang di Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung sejak dibuka untuk umum pada Desember 2022. Informasi itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika memberi sambutan dalam kegiatan tausiah subuh dengan penceramah Ustaz Abdul Somad di Masjid Al Jabbar pada Minggu (18/6). Pria yang karib disapa Emil itu mengatakan, jumlah Al-quran yang hilang jumlahnya lebih dari 1.000 buah.
“Itu fakta memang kehilangan, angkanya saya koreksi tidak sebanyak itu (data awal 7.000) tapi di atas 1.000,” kata Emil di Bandung, Selasa (20/6).
Ridwan Kamil pun tak bisa berbuat banyak atas hilangnya ribuan kitab suci itu. Padahal pihak DKM Masjid Raya Al Jabbar sudah memberi informasi bahwa Al-quran yang disediakan di dalam masjid harus dikembalikan ke tempat semula alias tidak untuk dibawa pulang.
“Ya mungkin mereka sangat mencintai Al-quran, ingin membaca, Al-qurannya bagus. Tapi itu kan properti Al Jabbar, kalau mau beli bisa online, itu buat dibaca di tempat,” ujarnya.
“Kan sudah diantisipasi dengan sablon bahwa ini tidak dibawa pulang, properti milik Al Jabbar. Setelahnya ya tergantung keimanan,” sambungnya. Menurut mantan Wali Kota Bandung itu, hilangnya ribuan Al-quran di Masjid Al Jabbar adalah dinamika biasa di awal kehadiran Masjid Raya Provinsi Jawa Barat itu.
Ia pun berkaca dengan dinamika yang terjadi ketika masjid pertama kali dibuka untuk umum. Di mana ada banyak permasalahan, seperti sampah yang berserakan dan pengunjung yang berenang di area kolam masjid.
“Al Jabbar kan sudah lebih keren, sejak saya tutup dulu diperbaiki, manajemennya dibangun, pasar PKL yang lebih proper. Sekarang bersih, nyampah enggak ada. Semua butuh waktu, ini juga sama, persis seperti dulu,” jelasnya.
“Ini enggak negatif ya, karena enggak dikasih tahu aja kali. Disangkanya karena bergelatakan, bahwa itu properti Al Jabbar,” lanjutnya. (mcr27/jpnn)






