SUKABUMI — Satu unit rumah milik tukang jahit, Adin (50) asal warga Kampung Cigarung, RT 03/RW 07, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terbakar dilalap si jago merah.
Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda Yamami kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa bencana kebaran rumah tinggal yang terjadi sekira pukul 16.00 WIB ini, api diduga berasal dari tungku api yang ditinggalkan pemiliknya.
“Berdasarkan keterangan dari pemilik rumah, kebakaran itu, bermula saat istri Pak Adin yang bernama Kanah Mulyati (50) saat menyalakan tungku api atau hawu untuk memasak nasi,” kata Mirwanda kepada Radar Sukabumi pada Kamis (25/05).
Setelah menyalakan tungku api, sambung Mirwana, istri korban langsung ke luar rumah dan mengobrol bersama tetangganya di rumah anaknya yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang terbakar itu.
“Nah, waktu istri korban meninggalkan rumah. Diduga api dari tungku api itu membakar gundukan plastik yang berada di samping tungku api tersebut. Katanya, gundukan plastik itu sering mereka gunakan untuk menyalakan api,” imbuhnya.
Setelah membakar gundukan plastik, api langsung menjalar ke bagian dinding rumah. Api cepat menjalar. Lantaran, kondisi rumah terbuat dari anyaman bambu atau bilik yang merupakan material mudah terbakar.
“Memang api cepat menjalar. Beruntung saat kejadian angin tidak bertiup kencang dan warga setempat sigap yang melihat kejadian itu, untuk memadamkan api. Sehingga api berhasil dipadamkan dengan cepat,” ujarnya.
Api berhasil dipadamkan, setelah warga setempat gotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada peristiwa kebakaran rumah tinggal tersebut. Hanya saja, sebagian bangunan atap dan dinding rumah korban, terbakar.
“Kalau untuk kerugian, ditaksir mencapai Rp30 juta. Karena, bahan material pakaian yang biasa dijahit oleh Pak Adin terbakar,” paparnya.






