BERITA UTAMA

Penimbun Minyak Goreng di Sukabumi Bakal Disikat

×

Penimbun Minyak Goreng di Sukabumi Bakal Disikat

Sebarkan artikel ini
Minyak Goreng

SUKABUMI –Jangan bermain menimbun minyak goreng di Sukabumi. Bisa fatal akibatnya. Polisi bakal menindak tegas jika ditemukan adanya penimbunan minyak goreng di Sukabumi.

Pasalnya, jika terjadi penimbunan akan berdampak terhadap minimnya pasokan sehingga bisa menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng.

Bank bjb Tandamata

Semenjak pemerintah memberlakukan kebijakan harga minyak goreng setara Rp14.000 per liter di pasaran. Pedagang pasar dan masyarakat malah kebingungan, karena pedagang masih menjual stok barang saat harga malah, sedangkan masyarakat selalu kehabisan minyak goreng di mini market.

Dari pantauan Radar Sukabumi, sejak beberapa hari ini keberadaan minyak goreng di Kota dan Kabupaten Sukabumi mengalami kelangkaan. Hal ini, terjadi akibat pasokan dari distributor tidak lancar.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin mengatakan, Polres Sukabumi Kota tidak akan segan menindak tegas sesuai aturan berlaku apabila ditemukan adanya penimbunan minyak goreng.

“Jika memang ditemukan ada penimbunan akan ditindak secara hukum,” kata AKBP SY Zainal Abidin kepada Radar Sukabumi.

Zainal menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya potensi penimbunan selama ditetapkannya harga minyak goreng Rp 14 ribu.

“Hasil pantauan dari kami, Polres Sukabumi Kota khususnya Sat Intelkam bahwa kebutuhan pokok masyarakat tidak ada kelangkaan terkait dengan komoditas apapun karena harga kebutuhan pokok masyarakat masih relatif stabil,” ucap perwira ramah ini.

Sebab itu, sambung Zainal, Polres Sukabumi Kota saat ini masih melakukan pemantauan terkait minyak goreng ini. “Kami akan terus melakukan pemantauan. Semoga tidak terjadi kelangkaan dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Barang (Diskumindag) Kota Sukabumi, Moh Rifki menurutkan, dari hasil pemantauan saat ini minyak goreng sudah mengalami sulit pengadaannya.

“Minyak goreng saat ini sudah mulai sulit pengadaannya. Tapi kami usahakan terus. Kami juga belum survey ke tempat lain, apakah sama kasus nya seperti kesulitan pengadaan barangnya.

Hal ini, terjadi pasokan dari distributor belum lancar. Sebab itu, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perindag Jabar,” imbuhnya.

Sementara itu dari pantauan Radar Sukabumi, di sejumlah mini market, minyak goreng berbagai kemasan sudah jarang ditemui.

Salah seorang pelayan di salah satu mini market di Jalan Bhayangkara Kecamatan Gunung Puyuh yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, stok minyak goreng di tempat kerjanya sempat menerima kiriman.

Namun keberadaan minyak goreng tersebut langsung ludes dihari pertama pengiriman. “Kemarin ada, cuma langsung abis terjual,” katanya.

Ditanya soal bakal adanya pengiriman minyak goreng kembali, Ia mengaku tidak mengatahui pasti. “Kurang tau juga ya mas,” akunya.

Di tempat terpisah, salah seorang pemilik warung nasi di Jalan Tegalwangi Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong, Ari Sutrisna, mengeluhkan kelangkaan minyak goreng, terlebih jika ada pun dipatok dengan harga yang mahal.

“Padahal beberapa minggu kebelakang minyak goreng di Alfamart dan indomart masih ada dan masih mudah untuk didapatkan,”katanya.

Ia pun menanyakan kondisi langkanya minyak goreng tersebut, sebab minyak goreng menjadi salah satu modal dirinya berjualan. “Sebagai penjual makanan berapapun harganya kita tdiak menjadi soal yang penting ada buat masak,” tambahnya.