CIANJUR – Miris atap kantor kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur ambruk akibat lapuk dimakan usia dan belum adanya perbaikan
Pada peristiwa ambruknya atap membuat dua warga dan satu orang staff kecamatan mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan.
Selain itu kusen pintu utama dari kantor kecamatan juga nampak habis karena dimakan rayap, kondisi prihatin tersebut dialami pemerintah Kecamatan Sukaluyu sejak dua tahun ke belakang ditengah berlangsungnya wabah Covid 19.
Camat Sukaluyu, Dadan Miharja, mengatakan bahwa pihaknya sudah diminta untuk pindah terlebih dahulu ke aula kantor Desa Sukamulya yang posisinya bersebelahan.
Namun karena khawatir mengganggu aktivitas pemerintahan desa, pihaknya tetap bertahan meski selalui dihantui rasa was-was.
“Iya, beberapa bagian atap ambruk, yang di lorong setelah loby ini menimpa warga dan staf, namun hanya luka ringan,”katanya.
Ia melihat, semakin hari banyak kaso-kaso dan triplek yang berjatuhan. Terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan Sukaluyu dan sekitarnya.
Camat mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Cianjur, namun ia juga memaklumi karena kondisi pandemi covid-19.
“Saya selalu imbau kepada staf dan kasi untuk berhati-hati, terutama saat hujan deras turun,” kata Camat.
Ade Sunandi SE MM bagian bidang administrasi dan kependudukan Kecamatan Sukaluyu, mengatakan sehari-hari ia berada di kantor dan selalu merasa cemas jika hujan turun.
“Setiap ruangan di kantor ini atapnya sudah jebol meski sebagian, kami khawatir tertimpa lagi seperti kejadian belum lama ini, meski luka ringan namun kami khawatir ada korban lagi akibat ambruknya atap,” kata Ade.
Ade mengatakan, sepengetahuannya pimpinannya sudah mengajukan perbaikan namun hingga saat ini belum kunjung juga diperbaiki.
“Harapan kami ini segera dibangun dan diperbaiki, khawatir ada korban lagi yang tertimpa,”pungkasnya. (byu)






