CANDA ringan bisa membuat suasana diskusi lebih cair. Itu pula yang dilakukan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Djoko Setiadi saat bertemu awak media. Temanyapun tak jauh dari sandi. ”Sandi itu, kalau situasi damai, seolah tidak ada artinya. Tapi, bisa dibayangkan di medan tempur salah mengucap sandi, tembak,” ujar Djoko.
Ceritanya, pada suatu hari saat Timor Timur masih masuk dalam wilayah Indonesia, ada sandi yang dise barkan kepada penduduk setempat. Sandinya adalah janda kembang. Jadi, bila ada yang memanggil janda, yang dipanggil harus menjawab kembang. Bila tidak, wajib hukumnya ditembak.
Suatu malam ada perempuan menyeberang di tengah pasukan patroli. Perempuan itu pun dipanggil janda. Pasukan sudah berancang-ancang bila tidak menjawab sesuai sandi akan ditembak. ”Ternyata jawabannya begitu berteriak janda. (Perempuan menjawab) iya…gitu…,” ujar Djoko disertai tawa hadirin. (jun/c7/oki)



