SUKABUMI – Sejumlah juru parkir (Jukir) di Jalan A Yani, Kecamatan Cikole, harus rela kehilangan mata pencarian hingga pendapatan sementara waktu. Pasalnya, sejak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) masih menutup lahan parkir.
Terlebih dengan adanya perencanaan pembangunan pedestrian di sepanjang jalan raya ini, membuat para Jukir semakin kebingungan karena selama pembangunan berlangsung parkiran akan ditutup.
Salah seorang Juru parkir, Harus Rusyana (58) mengatakan, kurang lebih selama dua bulan lokasi parkiran disepanjang A Yani ditutup sementara waktu sehingga berdampak terhadap pendapatan parkir.
“Hampir selama dua bulan lebih sejak lahan parkir ini ditutup tidak ada pemasukan. Sehingga kami kebingungan bagaimana cara menafkahi keluarga karena ini satu-satunya usaha untuk menafkahi keluarga kami,” keluh Harus kepada Radar Sukabumi, Rabu (1/8).
Agar bisa tetap makan, lanjut pria yang sudah 30 tahun menjadi Jukir ini, para Jukir saat ini memanfaatkan lahan sempit yang hanya bisa menampung kendaraan roda dua lima sampai tujuh kendaraan.
“Mau bagaimana lagi, sampai saat ini pemerintah masih belum membuka lahan parkir. Karena kami tidak memiliki usaha lain, sehingga memaksakan parkir di lahan sempit hanya sekedar untuk makan sehari-hari,” lirihnya.
Hal senada diungkapkan, Iwan Mulyana (47) perekonomian keluarga kelabakan sejak ditutupnya lahan parkir tersebut. Meski masih memaksakan diri menjadi Jukir, tetapi pendapatan sangat menurun drastis dari hari normal.
“Biasanya kami bisa berpenghasilan sampai Rp90.000 perhari. Tetapi saat ini, paling besar itu Rp25.000 ribu,” cetusnya.
Disinggung soal rencana pembangunan pedestrian Jalan A Yani, Iwan mengaku, masih kebingungan karena tidak memiliki pekerjaan lain sehingga sulit untuk alih profesi.
“Justru itu, para Jukir di sini sangat kebingungan ketika mendapatkan informasi penutupan parkir akan diperpanjang karena adanya rencana pembangunan pedestrian,” imbuhnya.






