SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Kasus keracunan massal resmi menjadi kejadian luar biasa (KLB) beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi. Ragam cara dan jenis makanan menjadi penyebab terjadinya keracunan yang menjangkiti ratusan orang. Mulai dari makanan mentah berupa ikan, nasi kotak hajatan hingga es cendol.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi sendiri mencatat kurun waktu Januari hingga Mei 2021, total kasus korban keracunan massal terdata sebanyak 239 orang. Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Yayat Suhayat mengatakan, 2 Maret 2021 lalu, terjadi keracunan makanan di Kampung Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak.
“Di Kampung Ciheulang Tonggoh itu, ada sebanyak 56 orang yang menjadi keracunan makanan nasi kotak atau nasi box. Adapun sample yang diambil yaitu daging, nasi dan air bersih,” ujarnya, Kamis (20/05).
Kemudian, pada Mei 2021 ada sebanyak empat kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan. Pertama pada 4 Mei 2021 sebanyak 24 orang keracunan makanan di Desa Mekarsari, Kecamatan Simpenan.
“Korban keracunan seusai menyantap ikan cue (pindang ikan laut), yang dijual oleh pedagang keliling, di Desa Mekarsari, Kecamatan Simpenan,” ucapnya.
Disusul 5 Mei 2021, keracunan seusai makan es cendol terjadi di Kampung Cileungsir, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, korbannya sebanyak 47 orang.
“Lalu 16 Mei 2021 lalu, terjadi kasus keracunan makan sesuai menyantap makanan di temat hajatan, di Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat. Jumlah korban sebanyak 100 orang,” paparnya.
Terakhir belum lama ini, 18 Mei 2021 terjadi juga keracunan makanan di Kampung Cirendeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. “Jumlah korban sebanyak 9 orang. Jadi total korban secara keseluruhan dari Januari-Mei sebanyak 236 orang,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Jampangtengah, AKP Usep Nurdin didampingi Kanit Reskrim Polsek Jampangtengah Aipde Oke kepada Radar Sukabumi mengatakan, saat ini perkara kercaunan massal es cendol yang menimpa 47 orang warga Desa Sindangresmi dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi masih dalam proses penyelidikan. Seperti memintai keterangan dari saksi-saksi dan korban berikut penjual es cendol yang berinisial AJ (59) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.
“Kalau terduga tidak ditahan. Karena belum memenuhi bukti dan statusnya masih penyelidikan. Iya, satusnya belum ada perubahan jadi penyidikan, karena kami masih menunggu hasil lab dan pemeriksaan saksi yang lain. Terlebih lagi, jumlah korbannya banyak,” kata Oke kepada Radar Sukabumi pada Rabu (19/05).
Dari puluhan korban yang mengalami keracunan itu, ujar Oke, tidak ada satu pun warga yang melakukan pelaporan secara resmi ke Mapolsek Jampangtengah. “Iya, mungkin karena warga merasa kasihan kepada terduga itu. Terlebih lagi, terduga ini sudah 25 tahun berjualan es cendol dan menjadi langganan warga sekitar. Untuk itu, warga juga merasa kasihan dan telah memaafkannya. Karena ini tidak sengaja,” paparnya.
Saat dimintai keterangan, ujar Oke, terduga pelaku telah mengaku kepada petugas kepolisian, bahwa dalam es cendol tersebut terdapat beberapa macam atau aneka ragam. Diantaranya, aci kawung, panila cair, tepung hunkoee, tepung terigu, gula aren, susu kental manis, sodium atau pemanis buatan.
“Jadi, waktu itu terduga telah berjualan es cendol sebanyak 95 bungkus dengan cara berkeliling kampung. Iya, terduga ini berangkat sekitar pukul 14 30 WIB sampai pukul 17. 00 WIB,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampangtengah, dr Imanuel kepada Radar Sukabumi mengatakan,dugaan sementara penyebab keracunan massal ini, terjadi karena warga menyantap es cendol saat buka puasa pada Rabu (05/05/2021) lalu. Namun, untuk memastikan hal tersebut, Puskesmas Jampangtengah sudah berupaya maksimal. Selain menangani korban, juga telah mengambil sample untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium. “Samplenya sudah diambil, kebetulan sample itu diambil sama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bagian surpelen pada malam hari saat kejadian keracunan,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah mengambil semple berupa es cendol dan air sumur yang dijadikan campuran oleh pedagang keliling itu. “Semua samplenya sudah di kirim ke Labkesda Provinsi Jawa Barat. Tetapi, sampai sekarang hasilnya belum keluar,” pungkasnya. (cr1/den/e)






