Pembangunan Rutilahu gencar dilakukan oleh pemerintah Kota Sukabumi, namun keberadaan Rutilahu tidak bisa diprediksi, setiap tahunnya mengalami penambahan. Seperti yang dirasakan oleh Ikin (69) warga Kelurahan/Kecamatan Citamiang yang masih bertahan dengan rumah yang sederhananya.
Bambang Suryana, Kota Sukabumi
Nasib malang warga yang berdomisli di Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, harus rela berdesakan bersama enam anaknya menempati rumah tidak layak huni (Rutilahu) berukuran 2X3.
Ikin bersama anaknya sudah menghuni rumah tersebut sekitar satu tahun lebih. Selain sempit, rumah hanya terbuat dari asbes dan papan yang sudah usang. “Saya menempati kontrakan ini gratis dan sudah hampir satu tahun setengah,” ungkap Ikin kepada wartawan, Jumat (18/12).
Pria paruh baya yang berpofesi sebagai pedagang sayur itu mengaku, bukan asli warga Citamiang namun warga pedalaman dari daerah Jampang Kabupaten Sukabumi. Ia bersama keluarganya menjual rumah di sana dan mengadu nasi di Kota Sukabumi. “Dari enam anak, saya hanya bisa menyekolahkan anak bungsu yang baru kelas 5 SD, karena keterbatasan biaya,” ujarnya.






