Untuk mencukupi kehidupan anak dan istrinya, Ikin berkeliling menjual sayuran milik orang lain. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, penghasilan Ikin dari hasil berjualan terus berkurang.
Beruntung di kondisi seperti sekarang ini, tetangga Ikin selalu membantunya untuk makan sehari-hari. Bahkan sering memberinya beras.
“Kalau sebelum Covid penghasilan saya bisa mencapai Rp70 ribu, kalau sekarang di bawa Rp30 ribu saja sudah bersyukur,” ujarnya.
Di saat orang lain mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk warga terdampak Covid, sambung Ikin, hanya bisa mengelus dada, karena tidak mendapatkan bantuan apapun. “Apa karena kami tidak memiliki domisili di sini, sehingga tidak pernah mendapatkan bantuan sosial apapun,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang tetangga Ikin, Ai (45) mengatakan, Ikin diberikan tempat oleh pemilik kontrakan sampai dibangunkan rumah kecil untuk menampung seluruh keluarganya. Selain sibuk berjualan sayur Ikin juga sering mendapat panggilan warga untuk memperbaiki rumah yang rusak.
“Pak Ikin dan keluarganya kurang bergaul dan bersosial dengan masyarakat sekitar, sehingga tidak banyak orang mengetahuinya. Saya juga prihatin melihat kondisi di dalam rumahnya, mereka tidur pun harus berdempetan,” tutupnya.(*)






