SUKABUMI – Aparat kepolisian tengah menyelidiki peristiwa keracunan massal yang dialami 14 orang warga Kampung Pasirhuni, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Jumat malam (29/12), sekira Pukul 20.00 WIB.
Selain aparat kepolisian dari Polsek Cisaat, penyelidikan juga melibatkan petugas dari dinas kesehatan setempat. Pada tahapan ini, proses pengungkapan lebih mengarah pada jenis makanan yang menjadi penyebab terjadinya keracunan pada belasan warga Kampung Pasirhuni.
Seorang relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Imam Wahyudin mengatakan proses pendataan korban keracunan tengah dilaksanakan guna memastikan tidak adanya lagi warga lain yang turut menjadi korban keracunan. “Dugaan sementara terjadinya mysibah keracunan ini disrbabkan oleh Sayur Nangka. Namun untuk memastikannya, kepolisian dan petugas dinas kesehatan tengah menyeludikinya,” ujar Imam.
Dari hasil pendataan menunjukan jumlah warga yang menjadi korban keracunan sebanyak 14 orang. Dalam upaya penyelamatan, seluruh korban dievakuasi ke RS Secapa. Dari 14 korban, sembilan diantaranya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.
Namun, lima lainnya harus menjalani rawat inap. Mereka antara lain Didin (60), Ipah (55), Pupu (65), Mamat (55) dan Dedih (40). Kondisi kelima korban tersebut sangat memprihatinkan. Bahkan hampir semua korban sempat tak sadarkan dirri.
Seperti diberitakan sebelumnya, ke 14 warga ini mengalami keracunan usai tradisi Botram atau makan bersama yang digelar di sebuah tempat di areal persawahan yang tidak jauh dari pemukiman warga. Dalam acara tersebut, mereka menyantap Sayur Nangka hasil olahan Ipah (55) yang juga turut menjadi korban keracunan.





