SUKABUMI — Ajo alias Anang (25), korban hanyut ketiga banjir bandang Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug ditemukan diradius sejauh 11 Km dari awal pertama korban dinyatakan hilang.
Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor Pnecarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman mengatakan, memasuki hari keempat korban atas nama Ajo alias Anang (25) berhasil ditemukan sekitar pukul 15.08 WIB di sungai Cipameungpek Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda.
“Tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri BPBD, dan beberapa relawan menemukan korban disekitar aliran sungan Cipamengpeuk Parungkuda, dan langsung dievakuasi,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis. (24/9)
Saat ini lanjut dia, jenazah korban telah dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak, dan selanjutnya akan diserahkan ke pihak kelaurga korban untuk segera disemayamkan.
“Korban berhasil ditemukan setelah puluhan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari anggota Polda, Brimob Polda Jabar, Kodim Sukabumi, Polres Sukabumi, BPBD, Damkar dan PMI Kabupaten Sukabumi, serta beberapa relawan,” terangnya.
Hendra menjelaskan, puluhan personil gabungan yang dilibatkan dalam upaya pencarian tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Untuk kelompok pertama ditugaskan untuk menyuri aliran sungai Citatih sejauh 20 kilometer dengan menggunakan perahu karet. “Sedangan kelompok kedua itu difokuskan untuk melakukan upaya pencarian secara visual, malalui darat hingga radius sejauh 10 kilometer,” katanya.
Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Cicurug pada Senin (21/9) itu, merenggut tiga orang korban yang berprofesi sebagai pegawai di Pabrik roti karena terbawa arus.
Sebelumnya, dua korban telah ditemukan, yaitu Hasim (70) warga Kampung Aspol RT04/07, Kelurahan Cicurug, da Jeje Jured (58) asal Kampung Cijolong RT05/05, Desa Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya telah ditemukan disekitar anak sungai Citatatih. (upi/d)






