SUKABUMI — Sudah satu bulan terkahir, ratusan warga Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, mengalami krisis air bersih. Bagiamana tidak, sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air minum serta mandi, cuci dan kakus (MCK), kering.
Seorang warga Kampung Cimaja, RT (1/2) Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Ibrahim (28) mengatakan, untuk mendapatkan air bersih, warga setiap harinya harus rela mengambil air sejauh dua kilometer melewati kebun dan jalan terjal serta licin.
Mereka mengambil mata air yang bersumber dari serapan akar pohon bambu yang lokasinya cukup jauh dengan pemukiman penduduk.
“Setiap harinya warga di Kampung Cimaja pada waktu pagi dan sore hari selalu berbondong-bondong mengambil air bersih di Gunung Gombong ini. Ya, warga harus rela mengantri demi mendapatkan satu atau dua ember air bersih,” kata Ibrahim kepada Radar Sukabumi, Selasa (8/9).
Menurut Ibrahim, setiap musim kemarau warga Desa Ciengang, khususnya yang tinggal di Kampung Cimaja akan mengalami kesulitan air bersih. Lantaran, lokasi rumah penduduk berada di sekitaran perbukitan.
“Iya, kalau warga yang punya modal besar, mereka sering menarik air dari sumber mata air menggunakan mesin jenset. Tetapi, kalau warga yang tidak mampu seperti saya, terpaksa harus di pikul seperti ini,” imbuhnya.
Sekertaris Desa Ciengang, Ajat mengatakan, ratusan warga di Desa Ciengang sudah kelabakan mencari sumber mata air. Pasalnya, sumber mata air yang ada sudah mengering dan kini membutuhkan bantuan air bersih untuk di konsumsi sehari-hari.
Untuk mendapatkan air bersih, warga setiap hari harus rela berjalan beberapa kilometer untuk mendatangi sumber mata air bersih yang melewati kebun dan jalan yang terjal serta berliku. “Ada sekitar 600 jiwa dari 250 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Desa Ciengang mengalami krisis air bersih,” jelas Ajat.
Untuk itu, warga sangat membutuhkan bantuan air dari dinas terkait, karena sumber air untuk kebutuhan sehari-hari di dua kedusunan tersebut, sudah tidak ada.
Semua mata air sudah kering kerontang. Kini keadaan warga benar-benar memprihatinkan, karena tiap hari harus mencari air.
“Hampir setiap tahun, kalau musim kemarau daerah ini selalu mengalami krisis air bersih. Tetapi, tahun ini lebih parah jika dibandingkan dengan musim kemarau tahun sebelumnya. Terlebih lagi, kawasan Desa Ciengang berada di daerah perbukitan,” pungkasnya. (den/d)






