BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Hari Keempat PSBB Kota Sukabumi, Walikota Sukabumi Ancam Tutup Pertokoan

×

Hari Keempat PSBB Kota Sukabumi, Walikota Sukabumi Ancam Tutup Pertokoan

Sebarkan artikel ini
Kawasan pusat perbelanjaan di Jalan A Yani, Jalan Harun Kabir, dan Jalan Ciwangi masih saja dipadati para pengunjung.

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi rupanya harus berpikir keras menyusun strategi agar kawasan pembelanjaan, Jalan A Yani, Jalan Harun Kabir dan Jalan Ciwangi benar-benar steril dari kerumunan masyarakat pada masa pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Soalnya, selama empat hari pelaksanaan PSBB, kawasan pembelanjaan masih saja dipadati oleh masyarakat.

Bank bjb Tandamata

Padahal, Pemkot Sukabumi terus melakukan berbagai upaya, mulai dari larangan parkir, penutupan akses bagi semua kendaraan hingga himbauan tak henti-hentinya disampaikan kepada masyarkat.

Namun faktanya, dengan berbagai dalih, alasan dan beribu cara masyarakat tetap saja memadati pusat keramaian Kota Sukabumi tersebut. Lucunya, tidak sedikit masyarakat yang berbelanja baju lebaran karena khawatir saat mendekati Idul Fitri, semua pertokoan tutup.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyampaikan, kawasan Jalan A Yani dan sekitarnya merupakan kawasan yang paling padat. Pihaknya pun terus melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB di Kota Sukabumi.

“Kami terus melakukan evaluasi harian. Memang pada kawasan pembelanjaan ini, masih cukup padat walaupun berbagai strategi sudah dilakukan. Bisa saja kedepan jika memang terus seperti itu, ditutup secara keseluruhan dengan pertokoannya,” tegas Fahmi kepada Radar Sukabumi, Minggu (10/5).

Selain itu, penyekatan di berbagai titik, terutama akes menuju kawasan pembelanjaan pun dilakukan. Hanya saja, masih terdapat jalan-jalan ‘tikus’ sehingga masyarakat tetap lolos.

“Tentunya, penyekatan di pospam dan cek point terus digencarkan. Tapi memang, warga mengunakan jalan-jalan kecil sehingga tidka terfilter,” tutupnya.

Sementara itu, Anisa (30), warga Kampung Harempoy, Kacamatan Cikole mengaku terpaksa keluar rumah untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan hingga lebaran. Karena dirinya khawatir, pertokoan dan pusat pembelanjaan kedepan akan tutup.

Petugas gabungan dari Polisi dan TNI saat memeriksa pengendara yang melintas untuk dilakukan pengecekan.