SUKABUMI – Pemkot Sukabumi bersama daerah lain di Jawa Barat bakal melaksanakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pada 6 Mei mendatang.
Berbagai persiapan terus dimatangkan, salah satunya memperketat wilayah perbatasan. Hal itu dilakukan, untuk memastikan tidak ada warga yang datang dari darah terpapar. Termasuk, gencar melakukan sosualisasi kepada masyarakat.
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyampaikan, PSBB diawali dengan memperketat perbatasan atau beberapa titik dipusat kota. Menurutnya, warga tetap boleh bergerak asalkan menggunakan masker.
“Pada 6 Mei 2020 secara serentak di Jabar termasuk Kota Sukabumi akan dilakukan PSBB atau pembatasan pergerakan manusia termasuk Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya. Sehingga, saya meminta kepada seluruh warga menyukseskan PSBB,” harapnya kepada Radar Sukabumi, (3/5).
Adapun persiapan atau pra PSBB di Kota Sukabumi, dilakukan dengan mewajibkan warga memakai masker ketika masuk Kota Sukabumi mulai 1 Mei 2020 lalu. Hasil dari sosialisasi yang beberapa waktu lalu dilaksanakan ini, kesadaran masyarakat mulai meningkat.
“Setelah beberapa hari dilakukan sosialisasi, hasilnya banyak warga yang menggunkan masker ketika di angkot, mobil pribadi dan lainnya. Kami juga melakukan sosialisasi PSBB kepada warga di pusat perbelanjaan di Jalan RA Kosasih atau Jalan Ciaul,” sebutnya.
Pada 6 Mei mendatang, Fahmi berharap saling menjaga dan mendukung pelaksanaan PSBB. Karena,hal ini akan mampu mempercepat pulihnya Sukabumi dari pandemi Covid-19. Intinya, warga tidak perlu panik dengan PSBB, sebab kegiatan bisa berlangsung sebagaimana biasa, hanya saja pergerakan manusia akan sangat dibatasi.
“Warga diminta untuk sama-sama disiplin. Ketika tidak penting, lebih baik tinggal di rumah dan ketika keluar rumah perhatikan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak,” pintanya.






