PENDIDIKAN

Perpustakaan Smanti Bawa Tiga Inovasi

×

Perpustakaan Smanti Bawa Tiga Inovasi

Sebarkan artikel ini
CEK LANGSUNG: Tim penilai Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional meninjau ruang Bianglala Ilmu di Smanti Kota Sukabumi.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com– Setelah melewati proses seleksi begitu ketat, akhirnya Perpustakaan SMA Negeri 3 (Smanti) Kota Sukabumi menjuarai Lomba Perpustakaan Sekolah Lanjutan Atas Sederajat Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kini perpustakaan tersebut mewakili Provinsi Jabar untuk mengikuti lomba perpustakaan tingkat nasional.

Tim penilai lomba perpustakaan pun telah meninjang dan menilai perpustakaan yang diberi nama Bianglala Ilmu tersebut, pada Jumat (26/7).
“Saya beserta tim juri lainnya melihat-lihat sekaligus menilai Perpustakaan SMAN 3 Kota Sukabumi,” ujar Ketua Tim Dewan Juri Lomba Perpustakaan Nasional, Sri Sularsih kepada Radar Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Dikatakannya, ada sekitar 15 SMA dari 15 provinsi yang lolos seleksi mengikuti Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional. Sedangkan untuk Provinsi Jabar diwakili Smanti Kota Sukabumi.

Mantan Kepala Perpustakaan Nasional itu mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi khususnya Smanti yang telah menjadi wakil Provinsi Jabar untuk bisa ikut bersaing di tingkat nasional. Pihaknya mengapresiasi atas kerja keras semua pihak seperti pemerintahan, Dinas Perpustakaan, gugu-guru juga siswa yang dengan penuh semangat menggairahkan kembali minat baca baik untuk lingkungan sekolah ataupun masyarakat di Kota Sukabumi. Salah satunya dengan ide-ide kreatif dan inovatif yang telah dibuat oleh siswa.

“Tujuan dari diadakannya lomba ini tentunya ingin memotivasi perkembangan pustaka sekolah sebagai sumber belajar bagi anak didik, di mana dengan keberadaan pustaka sekolah akan dapat menghasilkan anak didik yang memiliki SDM unggul dan kompetitif, dengan diadakannya lomba ini tentu diharapkan minat baca di perpustakaan terus meningkat,” jelasnya.

Sekolah-sekolah yang menjadi peserta lomba nanti di 18 Agustus 2019 akan diundang ke Jakarta, untuk mendengarkan pengumuman juaranya.
Yang menjadi indikisi penilaian diantaranya dokumen resmi tentang pendirian perpustakaan, sarana dan prasana, jumlah atau kelengkapan buku, dan fasilitas. Namun penilaian yang paling besar dari inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh sekolah.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan SMAN 3 Kota Sukabumi Khaerunisa menjelaskan, pihaknya sangat bangga jika perpustakaannya bisa terpilih untuk maju ke tingkat nasional. Persiapan ke tingkat nasional, dilakukan selama tiga bulan.

“Untuk persiapannya sudah kita lakukan semaksimal mungkin, persiapannya pun kita sudah lakukan di tiga bulan terakhir,” terangnya..
Untuk maju ke tingkat nasional, Perpustakaan Smanti Kota Sukabumi punya tiga inovasi yang menjadi jargonnya. Yaitu Rabu Membaca, di mana setiap Rabu pelajar diwajibkan membaca buku selama satu jam yakni pukul 07.00-08.00 WIB dibimbing satu orang guru di kelas.

Buku yang dibaca boleh membawa sendiri dari rumah, atau meminjam ke perpustakaan sekolah. Setelah membaca siswa wajib memberikan resume atau tanggapan tentang buku yang mereka baca, kemudian ditulis dan dikumpulkan ke guru masing-masing.

Kemudian inovasi kedua yaitu Program Serasa (Sekolah Ramah Anak, Sehat dan Adiwiyata).
Dijelaskannya, Serasa merupakan salah satu program yang dikhususkan bagi anak-anak bermasalah.

Menurutnya setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda-beda, khusus bagi anak bermasalah seperti siswa merokok, selalu terlambat ke sekolah atau kenakalan remaja lainnya. DI SMAN 3 untuk anak-anak bermasalah seperti itu pihaknya tidak pernah memberikan hukuman fisik tetapi hukuman yang diberikan yaitu dengan mengajak siswa tersebut ke perpustakaan dan suruh memilih buku yang disukai untuk dibaca. Tidak hanya itu siswa tersebut juga harus meresume atau memberikan tanggapan mengenai buku bacaan tersebut.

“Karena SMAN 3 sekolah ramah anak tentu hukuman fisik atau sifatnya membuly itu tidak kita lakukan di sini, tetapi kita lebih memberikan binaan parenting terhadap siswa tersebut salah satunya dengan buku, makanya di sini juga kita sediakan buku-buku psikologi,” jelasnya.

Sementara inovasi ketiga yaitu Sepetak atau Sepeda Perpustakaan. Sepetak ini merupakan program minat baca yang dilakukan diluar lingkungan sekolah dengan berkeliling ke warga menggunakan sepeda
“Untuk pria kita namakan si Kasep atau Komunitas Sepeda Perpustakaan, sementara perempuannya namanya si Geulis (Gerakan Literasi), setiap Sabtu dan Minggu siswa bergiliran membawa sepeda ini ke warga, sasarannya adalah ke kelompok contoh gojek atau pedagang, kalau sasarannya anak-anak kita disisipi dengan mendongeng,” bebernya.

 

(wdy)