POLITIK

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Aliyudin

JAKARTA— Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai saat ini muncul adanya ketidakadilan di masyarakat. Hal itu karena adanya peraturan daerah (perda) baik itu syariah ataupun injil.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Aliyudin mengatakan adanya perda tersebut harus dihormati oleh siapa saja. Karena munuculnya perda adanya kegelisahan di masyarakat.

“Perda itu merupakan wujud aspirasi rakyat di daerah tersebut. Harus dihormati,” ujar Suhud saat dihubungi, Selasa (13/11).

Direktur Pencapresan PKS ini mengaku aneh apabila PSI menolak adanya perda syariah. Karena Indonesia adalah negara dengan orang-orang yang beragama dengan menempatkan agama pada Pancasila sila pertama.

“Hanya PKI yang menolak agama, semangat menolak agama bertentangan dengan Pancasila,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Grace Natalie mengatakan pihaknya melakukan penolakan terhadap perda baik injil atau syariah.Hal itu untuk mencegah lahirnya ketidakadilan, diskiriminasi dan seluruh tindak intoleransi di Indonesia.

Menurut mantan pewarta ini, adanya perda syariah dan juga injil telah membuktikan telah membatasi kebebasan masyarakarat dalam segala lah. Sehingga ini telah menciptakan adanya ketidakadilan.

Lebih lanjut Grace menambahkan, dirinya juga melihat adanya ketidakleluasaan masyarakat yang menganut agama minoritas dalam menjalankan ibadah keagamaanya.

Menurut Grace, Indonesia masyarakatnya adalah beragam. Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga ketidakadilan ini tidak bisa terus didiamkan saja.

PSI berjanji bakal terus memperjuangkan adanya ketidakadilan lewat perda injil dan syariah di masyarakat.

 

(gwn/JPC)

Tags

Tinggalkan Balasan