SUKABUMI – Semangat berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan 1446 H, Sehati Gerak Bersama sukses menggelar kegiatan belanja baju Lebaran untuk 304 anak yatim.
Program ini, dilaksanakan di empat wilayah yaitu, Kota Sukabumi, Cicurug, Kabupaten Cianjur, serta Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, yang juga mencakup anak-anak terdampak bencana.
Kegiatan ini, juga menjadi momen penuh kehangatan, di mana anak-anak yatim diberikan kesempatan untuk memilih sendiri pakaian Lebaran yang mereka inginkan.
Keceriaan terpancar di wajah mereka, menciptakan suasana haru dan penuh syukur. “Kami ingin memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak yatim, bukan hanya sekadar menerima, tetapi juga merasakan kebahagiaan berbelanja seperti anak-anak lainnya,” ungkap Ketua Yayasan Sehati Gerak Bersama, Andri Kurniawan kepada wartawan.
Kegiatan ini, terselenggara berkat dukungan dari para donatur dan relawan yang telah berkontribusi dengan penuh keikhlasan. Harapannya, inisiatif ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di masa depan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan kebahagiaan ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” paparnya.
Tidak hanya berbelanja anak yatim, Sehati Gerak Bersama juga memberikan kadeudeuh bagi guru ngaji di daerah. Program ini adalah inisiatif yang bertujuan untuk mengapresiasi peran penting para guru ngaji di kampung-kampung di wilayah Sukabumi.
“Para guru ngaji ini sering kali bekerja keras tanpa mendapatkan penghargaan yang memadai, melalui kadeudeuh ini, coba kita hadirkan ruang apresiasi terhadap guru-guru ngaji kampung atas segala jasanya, dengan memberikan hadiah dibulan yang penuh berkah,” tambahnya.
Selain itu, diharapkan juga tercipta kesadaran akan pentingnya memelihara tradisi keagamaan dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
“Dukungan terhadap para guru ngaji di kampung-kampung tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mereka secara ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi pendidikan agama di tingkat lokal. Dengan memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji, kita juga turut berperan dalam menjaga keberlanjutan dan keberagaman budaya serta kepercayaan,” pungkasnya. (Bam)






