Anak Rantau Tetap Ingin Pulang, Warga Sukabumi Menyayangkan Adanya Larangan Mudik 

  • Whatsapp

SUKABUMI – Sejumlah warga Sukabumi yang tengah bekerja di luar daerah menyayangkan adanya larangan mudik Hari Raya Idul Fitri atau lebaran pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Apalagi biasanya, pekerja yang sering disebut anak rantau tersebut mengaku, momentum lebaran menjadi ajang tempat berkumpul bareng keluarga.

Budi Dermawan (37) warga Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi yang tengah bekerja di Sumatera Utara mengaku keberatan dengan kebijakan itu. Sebab, biasanya libur lebaran merupakan waktu yang tepat berkumpul dengan keluarga di rumah dan momentum saling maaf memaafkan.

Bacaan Lainnya

“Kita ini jarang pulang ke rumah kecuali ada keperluan yang mendesak, atau libur di hari raya lebaran seperti sekarang ini. Padahal kan tinggal terapkan saja prokes Covid-19 jika itu asalannya (melarang mudik lebaran),” pinta dia melalui pesan WhatsApp (WA).

Apalagi, jika sampai ada sanksi yang diberikan untuk pemudik. Di sisi lain, momentum lebaran juga menjadi ajang mengais rezeki. Menurut dia, pasti banyak yang terdampak selain pemudik.

“Pedagang pakaian, sopir, dan lainnya pasti juga terdampak. Sebenernya tinggal terapkan saja prokes atau sebelum berangkat diwajibkan periksa kondisi badan,” terang dia.

Senada dengan Budi, Nurul Rahmah yang tengah bekerja bersama suaminya di Tangerang Selatan mengaku larangan mudik ini memang menjadi pro-kontra. Sebab, anak rantau itu jarang kumpul dengan keluarga kecuali momentum labaran.

“Sejujurnya pro kontra sih, karena kan kalau anak rantau mah buat kumpul keluarga tuh jarang. Jadi momen lebaran paling ditunggu buat mudik,” kata dia.

Apabila pemerintah melarang mau tidak mau ia juga akan mengikuti aturan itu. Pasalnya, pemerintah pada dasarnya tidak akan membuat aturan tanpa pemikiran yang matang.

“Ya mau gak mau kita ikutin (tidak mudik). Karena pada dasarnya, pemerintah tidak mungkin membuat aturan tanpa pemikiran yang matang. Toh itu pun untuk kebaikan bersama mencegah penularan Covid-19 yang masih banyak tiap harinya,” imbuhnya.

Menurutnya, kemungkinan banyak pemudik yang tidak ikut aturan itu (larangan mudik) dan bersikeras untuk mudik karena momentum setahun sekali.

“Bukan tidak mungkin orang-orang pada tidak ikut aturan semua, pasti ada saja yang tetap keukeuh mau mudik karena satu dan lain hal,” tandasnya.(cr1/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *