Pengurangan Penggunaan Plastik di Kota Sukabumi

  • Whatsapp

Oleh:
Rayhan Rajendra Pahlevi Rachman

(Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Padjadjaran)

Semakin berkembangnya suatu daerah, membuat berbagai aspek dalam kehidupan manusia ikut pula tumbuh. Hal ini dilihat dalam faktor produksi dan konsumsi manusia yang semakin meningkat, mulai dari kuliner, industri fashion dan lain-lain.

Dengan adanya faktor tersebut, tidak lepas dengan kata plastik yang sering digunakan untuk mengemas barang ataupun makanan yang akan kita bawa, plastik sendiri merupakan sebuah isu lingkungan pada saat ini. Karena hidup kita tidak jauh dengan kata lingkungan, maka lingkungan menjadi salah satu fokus penting untuk kita selalu jaga dan lestarikan.

Menurut data Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 61% tidak terkelola.

Di Sukabumi sendiri  pada rentang tahun 2019, ada sekitar 174 ton volume sampah setiap harinya di kota, diantaranya adalah sampah plastik.

Lingkungan sendiri sangat penting untuk manusia, isu lingkungan yang sering terjadi pada saat ini dan untuk ke depannya dapat kita rasakan sekarang, seperti banyaknya sampah di jalanan, kondisi iklim yang tidak menentu, sampai dengan terasa panasnya cuaca saat ini dibandingkan tahun-tahun terdahulu.

Plastik yang menjadi bahan penting dalam kehidupan kita sehari-hari ini tanpa sadar bisa menyebabkan kerusakan lingkungan tersendiri, sampah plastik yang susah terurai dapat mencemari air dan tanah, jika plastik di bakar pula dapat menyebabkan polusi udara. Akhirnya yang mendapat dampak dari hal tersebut adalah manusia sendiri terutama pada masalah kesehatan.

Oleh karena itu bentuk dari kepedulian untuk lingkungan ini dapat digalakkan dengan beberapa solusi, salah satunya adalah dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Implementasi dari peraturan ini bisa dilihat pada pusat perbelanjaan, dan juga toko modern di sekitar Kota Sukabumi yang tidak menggunakan kantong plastik lagi untuk membawa bahan belanjaan yang dibeli dan diganti dengan tas belanja atau dengan kantong yang ramah lingkungan.

Menurut Pasal 11 ayat (2) Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Setiap Pelaku Usaha dan Penyedia Kantong Plastik wajib:

a. Menyediakan kantong plastik yang ramah lingkungan dan/atau kantong ramah lingkungan lainnya berdasarkan Standar Nasional Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian yang membidangi urusan lingkungan hidup;

b. Menolak melayani konsumen yang membawa kantong plastik yang tidak ramah lingkungan; dan

c. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan kewajiban secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali kepada perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang lingkungan hidup.

Bentuk dari peraturan yang dibuat pemerintah ini semata tidak hanya untuk keberlanjutan yang singkat, akan tetapi untuk membuat sebuah pola pikir pada masyarakat dalam menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik yang nantinya akan menjadi sampah plastik.

Pemerintah tidak jauh dengan kata politik, pembuatan kebijakan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik ini termasuk dalam proses politik, salah satunya adalah politik lingkungan, karena adanya usaha untuk mendorong pengaruh pada proses pembuatan kebijakan dan juga dampak yang akan terjadi berkaitan dengan kepentingan isu lingkungan.

Pemerintah yang memiliki kekuatan dalam hal tersebut memiliki peran baik dalam menyikapi isu lingkungan saat ini seperti pengurangan plastik.

Sebagai masyarakat pula dalam menanggapi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini harus bisa menilai bahwa kebijakan tersebut apakah memiliki manfaat yang baik untuk masyarakat atau tidak, jika kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah itu memiliki manfaat, maka masyarakat harus bisa berpartisipasi untuk mewujudkan kepentingan publik sendiri agar pengaruh tersebut bisa dirasakan oleh bersama.

Bisa dilihat dari implementasi dari kebijakan yang dijalankan pemerintah saat ini jika kita mengunjungi pusat perbelanjaan maka barang yang kita beli dan untuk membawa pulangnya, tidak diberikan kantong plastik lagi dan masyarakat mau tidak mau harus mengikuti aturan tersebut karena tidak ada opsi lagi bagi kita untuk membawa barang belanjaan dengan kantong plastik, dan harus siap membawa tas belanjaan.

Oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus bisa membantu pemerintah dalam menyikapi isu lingkungan saat ini, karena dengan adanya keberpihakan kita terhadap pemerintah dalam kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik ini dapat memberikan efek pada lingkungan di Sukabumi sendiri dan untuk kita.

Begitu pula dengan merubah pola pikir masyarakat dalam kepedulian kita terhadap sampah plastik yang dapat mencegah berbagai penyakit, dan juga bencana lingkungan yang dibuat oleh manusia.

Dengan adanya pola pikir yang berubah dalam masyarakat, dapat membuat sebuah tatanan kondisi lingkungan yang lebih kondusif dan secara tidak langsung dapat memajukan Sukabumi yang bersinergi dari pemerintah daerah Kota Sukabumi, masyarakat dan juga para stakeholder. (*)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *