Selembar Koran

  • Whatsapp

MISINYA mencari kebenaran tentu kerapkali akan selalu berbuat salah, meski narasumbernya juga belum tentu benar. Seperti anak tetangga yang sedang belajar naik motor. Kuncinya berbuat kesalahan untuk menemukan kebenaran dalam mengendarai.

Saat ini, jutaan pembaca bukan orang-orang goblok, yang akan menelan begitu saja informasi yang diterima. Mereka akan menguji dengan sendiri tentang fakta-fakta yang dikaburkan isunya. Menulis fakta dengan keakuratan yang penuh adalah pertaruhan kerja jurnalisme, bisa saja narasumber berbohong, bisa saja penulis salah tafsir. Karena kerja-kerja jurnalisme itu dibutuhkan akurasi katanya untuk menemukan kebenaran-kebenaran meski dari sumber yang belum tentu benar.

Bacaan Lainnya

Sebagai amatiran, saya juga selalu mendengar kata-kata Bad news is good news, yang merupakan rumus kerja wartawan. Tapi, saya kira, itu hanya satu sisi saja. Berita yang buruk tidak hanya ingin menonjolkan sensasi. Karena berita buruk diharapkan bisa mengingatkan orang agar, misalnya saja, tak mengulangi perbuatan yang menyebabkan berita jadi buruk itu. Berita korupsi, contohnya, adalah berita untuk mengingatkan agar orang berhati-hati mengelola uang yang bukan haknya.

Diera sekarang yang serba mudah mendapatkan informasi, menjadi wartawan kadang harus memiliki tanggungjawab dan menjelaskan kepada masyarakat lebih ekstra. Banyak orang kerap menyangka pekerjaan wartawan bisa cepat mendatangkan uang. Ini adalah buah dari ulah wartawan yang menulis berita karena diberi uang oleh narasumber. Dan si sumber juga yang menganggap budaya setelah diwawancarai harus menyediakan amplop. Mereka berharap, si wartawan mau menulis yang baik-baiknya saja, sehingga harus menyogok dengan sejumlah uang. Korupsi, di negeri ini, memang sudah merasuk ke segenap aspek.

Padahal sisi baiknya, bahwa rakyat harus dilibatkan untuk memutuskan apa yang diinginkannya. Dan pemerintah mendengar lalu menyusun kebijakan yang direstui orang banyak. Pers adalah salah satu jembatan paling efektif untuk kerja itu. Pasar ide-ide itulah kemudian disebut orang sebagai demokrasi.

Seorang negarawan Amerika, diplomat, pengacara, arsitek dan juga filsuf Thomas Jefferson, 17 Januari 1787, dalam sebuah surat untuk Kolonel Edward Carrington yang mengatakan ‘Jika saya harus memutuskan, memilih pemerintahan tanpa koran atau koran tanpa pemerintahan, saya tak akan ragu memilih yang kedua’

Saya juga menyadari bahwa, dunia tak selebar selembar koran. Ada banyak hal yang belum terungkap dan diungkap oleh kerja jurnalisme. Ada banyak hal, lebih banyak lagi malah, yang luput dari mata dan telinga juru warta. Lalu di mana letaknya dunia.

Seorang teman yang sudah alih profesi menjelaskan bahwa ada banyak hal yang belum ditulis wartawan yang kini ia ketahui dalam departemen tempatnya bekerja. Ia merasa hal-hal yang diketahuinya itu juga harus diketahui orang banyak. Tapi, ia bingung dengan cara apa ia memberitahu yang ada hanya benang kusut.

Koran hanya menulis sesuatu yang muncul di permukaan, katanya. Koran hanya memberitakan apa yang ingin ditulis para wartawannya. Kadang-kadang juga koran-koran menulis apa yang tak ingin diketahui orang. Tapi, menulis banyak hal juga membikin hal ihwal menjadi tidak fokus.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *