Mengapa Seorang Siswa Baiknya Juga Seorang Santri? Oleh :

  • Whatsapp

Utik Kaspani,S.P.
(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

Masa tahun pelajaran baru 2020/2021 sudah berjalan kurang lebih tiga minggu. Meski pembelajaran masih berlangsung secara daring,luring atau kombinasi dari keduanya tentu sama sekali tidak mengurangi hak anak untuk tetap mendapatkan layanan pendidikannya.

Bacaan Lainnya

Menjadi siswa dengan rutinitas belajar saja di dalam kelas saja, tentu merupakan hal yang biasa. Namun, menjadi siswa sekaligus santri adalah sebuah pilihan. Banyak nilai positif yang menjadi alasan mengapa seorang siswa juga sebaiknya juga harus menjadi seorang santri.

Pondok pesantren tidak saja mengajarkan ilmu agama saja. Ilmu kehidupan sosial kemasyarakatan pun diajarkan yang mungkin tidak selalu ada di bangku sekolah. Saat ini pun sudah banyak pondok pesantren yang juga menawarkan sistem pembelajaran formal sekolah-sekolah biasa pada umumnya.

Hadirnya pondok pesantren yang ada di sekitar kita tentu menjadi jawaban akan pertanyaan-pertanyaan sebagian orang tua yang mungkin mulai mengkhawatirkan pergaulan anak-anaknya. Mengingat pergaulan anak-anak zaman sekarang sudah sangat mengkhawatirkan.

Kesibukan orang tua dalam mencari nafkah acapkali menjadi alasan utama orang tua tidak selalu bisa mengontrol pergaulan anak-anaknya.

Belum lagi hadirnya teknologi informasi yang begit pesat dewasa ini tentu menjadi sebuah godaan tersendiri yang cukup mengkhawatirkan.

Keberadaan anak-anak di sekolah yang pada hari biasa (baca: pembelajaran normal tidak dalam masa Covid-19) hanya berkisar antara 7-8 jam. Selebihnya anak-anak akan kembali ke rumah dalam asuhan dan pemantauan orang tua masing-masing.

Kembali pada kesibukan orang tua, masih sering menjadi alasan orang tua tidak selalu bisa memperhatikan aktivitas anak sepanjang hari. Hadirnya pondok pesantren, tentu bisa menjadi salah satu alternativ untuk permasalahan yang tengah dihadapi oleh para orang tua saat ini.

Lantas apakah kita memandang bahwa pondok pesantren hanya sebagai pelarian dari permasalahan yang tengah dihadapi orang tua saat ini saja?

Akan sangat dangkal dan picik sekali jika kita menarik kesimpulan semacam itu. Sepintas memang bisa saja iya jawabannya. Namun tentu jawaban seperti itu hanya terkensan emosional semata. Banyak nilai lebih yang tentunya dapat kita petik dan tuai dengan menitipkan anak di pondok pesantren sembari ia belajar menuntut ilmu umum lainnya.

Mengapa harus pondok pesantren?

Belajar di sekolah saja tentulah tidak cukup. Dengan menimba ilmu di pondok pesantren harapannya adalah selain mendapatkan ilmu kecakapan hidup, juga dapat menambah ilmu dan pengetahuan tentang agama.

Bagaimanapun juga saya percaya, ilmu dunia tanpa diimbangi dengan pengetahuan dan wawasan agama akan membawa kesesatan bagi pemiliknya.

Sebagai orang tua pada umumnya, semua mengharapkan anak-anak menjadi anak yang sholeh soleha dan unggul dalam kecakapan hidupnya kelak. Apalagi di tengah tantangan modernitas yang begitu besar saat ini bagi seorang anak, pondok pesantrenlah menurut saya jawaban yang paling tepat.

Semangat untuk memperbaiki citra moralitas ke-Islamannya, dengan menyelenggarakan model pendidikan pesantren di tengah masyarakat menjadi alasan lain mengapa seorang siswa sebaiknya juga seorang santri.

Dari ilmu yang akan diperoleh anak-anak selama berada di pondok pesantren, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi-[pribadi yang tangguh, mandiri, cakap, dan bedaya saing unggul kelak di kemudian hari.

Bagaimanapun juga, kehidupan yang akan mereka jalani kelak tentu akan juah lebih keras dari apa yang tengah kita jalani saat ini. Untuk itulah bekal ilmu umum dan pengetahuan agama seoptimal mungkin kita bekalkan pada anak-anak.

Menjadi insan yang cakap, berbudi luhur serta memiliki wawasan dan pengetahuan umum (sosial kemasyarakatan) dan dunia, serta unggul dalam ilmu keagamaan.

Tentu sebagai orang tua dan gurupun akan sangat bangga jika anak-anaknya menjadi santri yang kelak akan terus memegang teguh nilai-nilai Islam yang damai, santun dan egaliter.

Nilai-nilai dan praktik baik pengajaran di dalam pondok pesantren tentu tak perlu diragukan kembali. Membangun moralitas, memupuk nilai spiritualitas, dan intelektual santri sudah terbukti sepanjang sejarah negeri ini dibangun.

Dan pondok pesantren menjadi salah satu kawah candradimuka yang sudah terbukti nyata kontribusinya dalam membangun negeri. Melalui alumni-alumni pondok pesantren yang unggul dan siap mengabdikan ilmunya di masyarakat untuk menjadi bagian dari salah satu bagian dari bangsa Indonesia yang unggul dan memiliki peradaban yang mulia.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *