Selain itu, pemerintah berharap agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi generasi muda lainnya, serta mengembangkan inovasi dan penelitian yang bermanfaat untuk kemajuan Indonesia ke depan.
Namun ada segelintir orang enggan untuk kembali ke tanah air untuk berkontribusi bagi negara Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti sudah menikah dengan WNA, tetapi faktor utama yang melatarbelakangi para alumni beasiswa LPDP adalah karena upah bekerja di luar negeri lebih tinggi dibandingkan di indonesia.
Melansir dari Republika, Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, menyatakan bahwa ratusan alumni beasiswa LPDP belum kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Dari 35.536 penerima beasiswa terdapat 413 alumni yang belum kembali ke indonesia.
“Ini [413 lulusan LPDP] sisa dari para alumni LPDP yang berada di luar negeri, masih dalam tahap komunikasi persuasif untuk kembali ke Tanah Air,” ujar Andin dalam rapat dengan pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI, pada Rabu (01/02/2023).
Walaupun angka alumni yang belum kembali ke indonesia tergolong sedikit, hal ini tetap menjadi perhatian penting. Banyak di antara mereka yang memilih untuk melanjutkan karir di luar negeri, mencari peluang yang lebih baik. Ini menimbulkan tantangan bagi pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang menarik agar mereka kembali dan berkontribusi. **






