Hasilnya? Membaik. Tapi tetap saja tidak sempurna. Ia terus membuang tempenya. Sehari 2 kg. Rustono terpaksa mencari pekerjaan paro waktu. Untuk bisa dapat penghasilan. Mertuanya tahu di mana Rustono bisa bekerja seperti itu: di tempat pemasok toko kuenya. Sang mertua memang punya toko kue. Ada pabrik kue yang selalu memasok tokonya. Khususnya kue dorayaki. Yang seperti serabi. Yang ada kacang merah lembut di dalamnya.
Rustono bekerja serius di situ. Sambil belajar bikin usaha. Juragannya senang sekali. Seperti juga bos lamanya. Saat ia masih bekerja di hotel Sahid Jogja. Bos kue dorayaki itu mau mengajarinya. Setidaknya Rustono akan bisa produksi dorayaki. Kalau tempenya terus saja gagal. Tapi Rustono bukan orang yang mudah menyerah. Tsuruko menepati janji: ini masa awal yang sulit bagi suaminya.
(dahlan iskan / bersambung)



