CATATAN DAHLAN ISKAN

Sarah’s Bag Itu

×

Sarah’s Bag Itu

Sebarkan artikel ini

Saya masuki toko Zuhair Murad. Di Souk Beirut. Kawasan Paris di Parisnya Timur Tengah. Saya pura-pura tidak kaget melihat harganya. Sebenarnya ada. Baju yang istri saya pasti kaget. Alhamdulillah. Tidak ada yang ukuran Asia. Penjaga mode menganjurkannya untuk dikecilkan. Saya pura-pura takut istri saya menjadi jelek. Souk Beirut ini gabungan antara mall, galeri seni, kuliner dan pusat rekreasi.

Mallnya dua lantai. Souk, dalam bahasa Arab berarti pasar. Tapi Souk Beirut ini modern sekali. Di sekitar Souk masih banyak toko. Dari kelas yang semua harganya mengagetkan. Semua produk branded Eropa ada di sini. Blok-bloknya dibuat seperti di Paris. Atau Roma. Atau Milan. Begitu juga Jalan-jalannya. Terbuat dari batu hitam. Seperti di pusat kota Roma. Istilahnya: jalan kuda. Yang di zaman dulu orang ke toko seperti itu naik kuda. Sebelum ada mobil.

Bank bjb Tandamata

Kadang saya merindukan yang seperti ini. Ada di Bandung. Ada di Malang. Ada di Batu. Ada di Bukittinggi. Di Bandung sudah hampir ada: secuil di Jalan Braga. Saya lupakan Zuhair Murad. Saya cari desain terkemuka lainnya: Sarah’s Bag. Lokasinya di luar paris. Dari Souk Beirut itu saya jalan kaki. Di udara sejuk 18 derajat. Saya menyeberang jalan. Melewati kota tua. Yang seperti Paris tua. Yang dijaga militer bersenjata. Yang jalan masuknya diportal dua. Ada gedung parlemen di dalamnya. Tempat dagang sapi. Yang tiada henti. Sapinya galak-galak.

Saya menengok sebentar ke gedung parlemen itu. Yang juga dijaga tentara. Saya huraaaa kawanan burung merpati. Yang banyak mematuk makan di halamannya. Berterbangan lah merpati itu. Indah. Saya foto. Lihatlah sendiri hasilnya. Di IG dahlaniskan19. Jalan kaki lagi. Ke Sarah’s Bag. Kali ini ganti saya yang kaget: kok masuk gang kecil sekali. Seperti ke dalam kampung. Berkelok dua kali.

Ternyata rumah tangga biasa. Saya ketok pintunya. Ternyata banyak orang di dalamnya. Cantik semua. Ada 12 orang rasanya. Saya hitung ulang. Ternyata hanya enam orang. Saya laki-laki yang tidak bisa memilih tas. Saya ingat novel-novel shopaholic. Karya Sophie Kinsella. Sudah saya baca semua edisinya. Cerita bagaimana wanita gila belanja.

Saya tiru cara di novel itu. Saya pilih salah satu wanita di situ. Yang seleranya tinggi. Yang tasnya Hermes. Meski bukan edisi Birkin. Saya jadi tahu jenis-jenis tas Hermes. Sejak menulis panjang tentang Rosmah Mansor. Istri Najib Razak. Malaysia. Yang koleksi Hermesnya sulit dihitung. Saya dekati wanita Hermes itu. Saya perkenalkan diri dari Indonesia. Dia langsung ikut prihatin. Akan tsunami di Banten. Dikira dekat rumah saya.