Dari Surabaya Mufida nanti bisa pamit ke orang tua lewat telepon. Utrek tidak bisa. Orang tua Utrek tidak punya hand phone. Dan lagi tidak ada sinyal di kampungnya. Ia akan memberi tahu keadaannya lewat keluarga. Yang tinggal di kota. Untuk disampaikan ke orang tuanya. Kapan-kapan.
Saya pun kini semakin siap. Untuk kalah telak. Dengan mereka itu nanti. Dalam berbahasa mandarin. Di pondok-pondok pesantren seperti Genggong (Probolinggo), Bumi Sholawat (Sidoarjo), Amanatul Ummat (Pacet) sudah banyak yang bahasa mandarinnya lebih baik dari saya.
Kian lama kian populer program bea siswa yayasan kami. Alhamdulillah. Saya juga baru tahu: Anak Ivanka Trump ternyata juga mendalami bahasa Mandarin. Presiden Xi Jinping menyaksikannya.
Saat sang cucu Trump itu menyanyi, bercakap dan membaca puisi. Di depan tamu negaranya. Dalam bahasa Mandarin. Saat Xi Jinping bertemu Presiden Donald Trump. Di salah satu ‘istana’ Trump di Florida dulu. Gak disangka ternyata itu isyarat perang dagang dengan Tiongkok.
(Dahlan Iskan)



