Teladani Tokoh Wayang Brotoseno

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono berharap pemimpin Indonesia meneladani sikap positif yang ada pada kisah pewayangan Bimo Labuh atau Brotoseno. Dalam kisah tersebut, dapat dipetik hikmah bahwa sesulit apapun keadaan, dalam mengambil keputusan pemimpin harus memihak kepada rakyat dan rela berkorban untuk kebenaran. Sikap itu yang tercermin dari sikap Brotoseno dan Pandawa.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibas, sapaannya setelah menyaksikan pertunjukan wayang oleh Ki Anom Suroto, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Bantarangin, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (28/10).

Bacaan Lainnya

“Walaupun dia dalam keadaan sulit karena diusir dari Hastinapura dengan cara penindasan, tetapi Brotoseno tetap menolong rakyat Eka Cakra yang ditindas oleh rajanya sendiri Prabu Boko,” ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Sikap benar-benar memomong atau peduli terhadap rakyatnya ini, kata Ibas, harus dimiliki pemimpin atau pamong. Cerita Bimo Labuh atau Brotoseno, diharapkan mampu menginspirasi para pemimpin di Indonesia untuk lebih baik dalam menjadi pelayan masyarakat.

“Wayangan memiliki filosofi yang adiluhung (bermutu tinggi), dalam setiap kisahnya banyak pembelajaran yang hakiki, untuk kisah Bimo Labuh ini, berpesan agar menjadi pemimpin yang beriman, berakhlak, amanah dan sembodo,” tutur putra bungsu Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Dikatakan Ibas, masyarakat Jawa termasuk dirinya tidak bisa dipisahkan dari wayang. Karena nilai-nilai yang disampaikan setiap pertunjukannya, memiliki pesan mendidik untuk memperbaiki moral.Bukan hanya pemimpin bangsa, nilai kebaikan juga bisa dirinya ambil dari pertunjukan wayang, terutama sebagai bekal kala menjadi wakil rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.