Senator Harus Memahami DPD secara Kelembagaan

  • Whatsapp
PARIPURNA: Sejumlah anggota DPD pada saat mengikuti rapat paripurna di Senayan. (Hendra Eka/Jawa Pos)

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Perebutan kursi ketua atau pimpinan terus menggelinding. Beragam aspirasi muncul dari masyarakat untuk wakilnya di DPD periode 2019-2024. Sebelumnya muncul opsi bahwa kandidat pimpinan dari tiga wilayah. Yakni, barat, tengah, dan timur. Untuk wilayah barat muncul nama Alirman Sori. Senator asal daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat itu dianggap pantas berada di jajaran pimpinan DPD. Wakil Ketua Umum DPP KNPI Doni Harsiva Yandra menilai, Alirman Sori bukanlah orang baru di DPD. Meski pada periode 2014-2019 tidak berada di Senayan, tapi dia pernah menjadi anggota DPD periode 2009-2014.

“Alirman sangat memahami DPD secara kelembagaan. Dalam situasi seperti ini DPD membutuhkan orang yang memahami kelembagaan DPD secara utuh,” ujar Doni Harsiva kepada wartawan, Kamis (12/9).

Bacaan Lainnya

Lebih dari itu, kata Doni, DPD harus memiliki mendapatkan kewenangan dalam praktik parlementarisme di Indonesia. Untuk menuju ke harapan itu, DPD harus dipimpin oleh sosok yang mengerti lembaga senat sebagaimana mestinya. “Mereka kalau bisa dari kelompok muda. Kata orang sekarang milenial lah,” tandasnya.

Sebelumnya muncul beberapa kandidat yang digadang-gadang menjadi ketua atau pimpinan DPD. Mereka berasal dari tiga wilayah. Untuk Pulau Sumatera diwakili mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh. Ada juga tokoh dari Bengkulu Sultan B. Najamudin.

Di Pulau Jawa, ada nama Jimly Asshiddiqie. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjadi anggota DPD dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta. Jimly diketahui sebagai sosok yang berpengalaman. Saat ini dia juga masih menjabat ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pernah menjadi ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) periode 2012-2017.

Ada juga nama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dari Jogjakarta. Selain itu, La Nyalla Mattalitti juga muncul di daftar nominator. Ada pula nama Agustin Teras Narang dari dapil Kalimantan Tengah. “Publik bisa menilai, banyak nama yang muncul dari Indonesia Barat,” kata Wakil Ketua DPD Nono Sampono kemarin.

Calon ketua DPD lima tahun mendatang juga muncul dari kawasan Indonesia Tengah. Di sana ada nama kuat seperti Fadel Muhammad dan Tamsil Linrung dari Pulau Sulawesi. Fadel adalah mantan gubernur Gorontalo dan menteri pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan Tamsil Linrung berpengalaman sebagai anggota DPR. Nama lain yang muncul adalah Mahyudin dari Kalimantan Timur. Saat ini dia masih menjabat wakil ketua MPR.
Nono Sampono, wakil Ketua DPD periode 2014-2019 dan anggota DPD 2019-2024 terpilih berpendapat bahwa semakin banyak nama yang muncul, semakin bagus. Anggota DPD punya banyak alternatif untuk memilih ketua periode 2019-2024. “Saya yakin akan muncul persaingan yang sehat,” ucapnya.

Untuk periode 2019-2024, mayoritas kursi anggota DPD akan ditempati wajah-wajah baru. Dari 136 calon anggota DPD yang mendapat peringkat empat besar di setiap provinsi, hanya 44 orang atau 32,35 persen yang berstatus petahana. Selebihnya, 92 calon atau 67,65 persen adalah wajah baru. DPD kali ini juga dipastikan steril dari unsur partai politik. Kondisi itu berbeda dengan periode 2014-2019, dimana sejumlah anggota DPD merangkap sebagai pengurus parpol. Bahkan kursi ketua DPD sampai saat ini masih dijabat Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

 

(ham/jpg)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *