“Pemilih pemula biasanya masih netral dan ketika dimasukan isu-isu SARA sebagian besar langsung menerimanya, karena itu mereka selalu menjadi incaran para politikus,”tegasnya.
Selain itu, sosialisasi juga dilakukan ke tempat-tempat peribadatan yang berada di Kota Sukabumi. Seperti masjid, pura, wihara dan gereja. Di tempat peribadatan tersebut, selalu dipenuhi orang banyak atau jamaahnya.
“Semoga sosialisasi yang kami lakukan berjalan dengan baik, dan mampu mencegah terjadinya isu SARA di Kota Sukabumi saat pesta demokrasi berlangsung,”pungkasnya.(Cr17/t)



