“Malam itu saya buat surat, ada hardisk yang sudah bertahun-tahun tidak dipakai. Lalu saya masukan ke komputer dan setelah menulis surat, lalu dimasukan lagi ke laptop. Eh pas di cek tadi (kemarin) pagi, semua eror kena virus. Data yang disimpan di komputer dan laptop semua eror. Ya ini musibah,” bebernya.
Namun untuk data faktual atau hardcopy, Herman mengaku semua data ada. Tapi kan yang diserahkan ke KPU itu tidak hanya hardcopy, tapi harus soft copy yang dimasukan ke form yang sudah diberikan oleh KPU untuk dimasukan ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon). “Ya namanya manusia pasti kecewa, tapi mau gimana lagi, waktu sudah mepet. Kami tidak sanggup menginput itu dalam dua hari,” ujar Herman.
Meskipun demikian, sebagai warga Kota Sukabumi dirinya akan memberikan kontribusi untuk pembangunan dan masyarakat Kota Sukabumi. Konsep yang sudah digagas oleh dirinya, nanti akan diberikan kepada pemimpin terpilih.
“Kita ini kan punya konsep pembangunan dan kesejahteraan masayrakat, jika sudah ada pemimpin terpilih kami akan berikan. Bisa saja kan digabungkan dengan visimisi mereka itu pun kalau mereka mau,” ucapnya.
Konsep pembangunan yang sudah dirancang Herman ini, sudah tersusun rapi. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan di Kota Sukabumi, menghilangkan dikotomi Sekolah Negeri dan Swasta, peningkatan ekonomi masyarakat, pembangunan dan penataan Kota Sukabumi.
“Pokoknya semua sudah lengkap untuk RPJMD nya. Iya mungkin ini bentuk sumbangsih saya untuk masyarakat Kota Sukabumi, meskipun gagal nyalon tapi tak akan menyurutkan memberikan ide dan gagasan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota komisioner KPU Kota Sukabumi, Agung Dugaswara mengatakan, sesuai dengan jadwal tahapan pendaftaran jalur perseorangan, pendaftaran dan penerimaan berkas dukungan calon perseorangan itu pada 25 sampai 29 November 2017. “Iya itu sudah ketentuannya jadwalnya seperti itu,” singkatnya. (bal)



