Menelusuri Jalan Hidup Setya Novanto (1)

Ketua DPR RI yang juga Ketua Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) kini sah menjadi penghuni Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK) atas kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KPK) elektronik. Seperti apa perjalanan hidupnya?

DILIANTO, Jakarta

Bacaan Lainnya

Siapa yang tak kenal Setya Novanto. Sosok fenomenal ini sudah mulai dikenal masyarakat saat ia duduk sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk periode 2014-2019 yang didukung oleh Koalisi Merah Putih (KMP).

Namun sosoknya lebih dikenal publik saat ia hadir dalam acara kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumph, yang program kampanyenya saat itu dianggap memusuhi umat Islam. Nama Setnov pun kembali menjadi kontroversi setelah dituding mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang diduga untuk meminta saham kepada PT Freeport Indonesia.

Kasus ini berujung pada pemunduran dirinya dari kursi Ketua DPR RI untuk kemudian digantikan Ade Komarudin. Namun tak berapa lama, posisinya itu pun direbut kembali.

Di balik kepiawaiannya dalam berpolitik ternyata banyak orang tak tahu bahwa pria kelahiran Bandung, 12 November 1954 ini awalnya hanyalah orang susah. Sebelum menjadi orang nomor satu di Parlemen Senayan, politikus partai Golkar ini mengaku memiliki kisah hidup yang berliku.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Setnov kecil harus menerima kenyataan pahit. Orang tuanya, Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri terpaksa harus bercerai.

Kemudian pada 1973, sembari kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Novanto mengaku harus berjualan madu dan beras di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Uang bekal yang diberikan orang tuanya hanya cukup untuk mendaftar kuliah. “Saya bekerja keras agar bisa sekolah,” kata Setnov mengisahkan kepada wartawan pada pertengahan September tahun lalu.

Pos terkait