SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, belum lama ini telah merilis jumlah daftar pemilih sementara (DPS) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Dari jumlah pemilih 260.404 jiwa, di antaranya laki – laki 129.060 jiwa dan perempuan 131.344 jiwa.
Informasi yang diterima oleh radarsukabumi, jumlah pemilih milenial mendominasi dari kelompok umur lainnya, mencapai 33 persen dari total jumlah pemilih. Adapun jumlah pemilih yang paling sedikit kalangan pemilih lansia atau pre boomer yang berumur di atas 75 tahun dengan jumlah 3.362 pemilih 1,29 persen.
Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Sutrisno mengatakan, saat ini telah memasuki tahapan tanggapan masyarakat atas DPS pilkada 2024 yang sudah dirilis beberapa waktu lalalu. Hal ini agar datanya kredibel dan legitimate dengan jenjanh waktu selama 10 hari, dari 18 hingga 27 Agustus 2024.
“Jadi jika warga Kota Sukabumi yang merasa belum terdaftar bisa langsung komplain dan kami sudah sebar jumlah DPS itu ke seluruh kelurahan, berkoordinasi dengan RT/ RW. Jadi warga juga bisa cek langsung sudah ada belum namanya di DPS. Termasuk juga jika ingin melaporkan apabila ada nama-nama warga yang dianggap tidak layak lagi jadi pemilih seperti sudah meninggal dunia dan lainnya,” ucap Imam, belum lama ini.
Imam menjelaskan, daftar pemilih ini akan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan digunakan dalam Pilkada 2024, setelah melalui proses cek dan perbaikan. Jika memang ditemukan ada data-data yang tidak sesuai akan ada proses perbaikan sebelum menjadi DPT.
Imam kembali mengulas, melalui keputusan KPU Kota Sukabumi Nomor 417 tahun 2024, ditetapkan DPS 260.404 jiwa yang terdiri dari laki-laki 129.060 jiwa dan perempuan 131.344 jiwa.
“Jumlah ini meningkat jika dibandingkan DPT pileg dan pilpres 2024 lalu yang mencapai 258.028 jiwa. Penambahan ini mayoritas pemilih baru atau pemula,” jelasnya.
Masih kata Imam, dalam DPS Pilkada 2024 bahwa pemilihnya didominasi generasi millenial sebesar 33,48%, disusul Gen Z 26,92% dan yang terendah generasi Pre Boomer sebanyak 1,29%
“Jadi pemilih pre boomer di atas 75 tahun ini berjumlah 3.362 pemilih atau 1,29 persen. Sementara pemilih dari kalangan baby boomer atau yang pada 2021 lalu berusia 57 – 75 tahun berjumlah 33.849 pemilih atau 13,00 persen,” paparnya.
Sementara itu, pemilih dari generasi X atau yang berusia 41 – 56 tahun pada 2021 berjumlah 70.096 jiwa atau 26,92 persen. Lalu pemilih millenial atau yang berusia 25 – 40 tahun pada 2021 mencapai 87.187 jiwa atau 33,48 persen.
“Untuk pemilih dari kalangan generasi Z yang berusia hingga 24 tahun pada tahun 2021 mencapai 65.910 jiwa atau 25,31 persen,” tukasnya. (ris)






