Pilkada Kota Sukabumi

33 Program Cinta Pasangan Muraz Andri Juara

×

33 Program Cinta Pasangan Muraz Andri Juara

Sebarkan artikel ini
Mohamad Muraz
Calon Wali Kota Sukabumi, nomor urut 3 Mohamad Muraz saat diwawancarai awak media.

SUKABUMI – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Sukabumi, nomor urut 3 Mohamad Muraz-Andri Hamami atau MAJU (Muraz-Andri Juara), tidak henti menyusun kekuatan. Hal ini agar perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 dapat meraih suara yang maksimal.

Kali ini Paslon MAJU melakukan konsolidasi dengan pengurus DPD Partai Golkar Kota Sukabumi untuk merekatkan kekompakan dan solidaritas, sehingga pasangan calon MAJU dapat menang pada Pilkada 2024.

Bank bjb Tandamata

“Ini saya ketemu difasilitasi pak Ketua DPD Golkar H Dado dan Hasen untuk memberikan pengarahan politik terhadap para kader – kader Partai Golkar untuk memenangkan MAJU. Artinya yang kita harapkan sekarang kalau di Pilkada itu kompak dulu jangan berbicara tentang Golkar, Demokrat dan lain,” ujar Calon Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz, pada Rabu (02/10).

Ia menegaskan, sekarang Partai Golkar dan Partai Demokrat satu kesatuan bagaimana memenangkan MAJU, itu dulu yang harus dilakukan kemudian menyamakan persepsi apa yang harus disampaikan kepada masyarakat.

“Kalau misalnya paslon yang lain ada yang menggunakan istilah menata kebaikan atau merangkul dan sebagainya, ini paslon tiga apa taglinenya logonya. Kalau disebutkan paslon 03 ini kan asli warga kota, saya dengan pak Andri lahir besar sekolah bekerja di Kota Sukabumi. Tentu kami akan lebih mencintai warga kota dan warga Kota Sukabumi, karena itu kita ngomongnya program cinta untuk warga Kota Sukabumi,” jelasnya.

Muraz memaparkan, seluruhnya 33 program yang dimunculkan di etalasenya ada 3 dan bidang masing masing tiga jadi 33. Misalnya satu bidang kesejahteraan apa yang harus dilakukan dengam program Cinta ini.

“Beras gratis untuk rakyat rutin, kemudian mengembalikan RS Al-Mulk supaya gratis dan menggratiskan puskesmas, puskesmas itu beneran gratis. Kita akan gratiskan,” cetus Muraz.

Selain itu, pendidikan yang berat bagi rakyat sekarang kalau SPP kan sudah bebas, bukan itu, LKS itu belum gratis dan mahal. “Jadi saya sudah hitung. Pemerintah daerah bisa menggratiskan LKS untuk SD dan SMP,” ucap Muraz.

Lalu di bidang kesejahteraan, akan berupaya mengembalikan tukin PNS. Informasi yang Ia peroleh atau laporan dari guru asalnya Rp 1,6 juta sekarang tinggal Rp450 ribu. “Ya, Insya Allah kita akan hitung kita kembalikan lagi . Mengembalikannya kapan kita hitung, harus naik dulu APBD-nya,” tegas Muraz. (Ris)