Marwan : Jodoh Saya Harus Runtut Raut Sauyunan

  • Whatsapp
SIAP MELANJUTKAN: Kandidat Calon Petahana Marwan Hamami saat berfoto bersama dengan sejumlah relawan dan pengurus parpol. (foto:dok)

SUKABUMI — Banyak kalangan masyarakat, baik itu birokrat ataupun para politikus mempertanyakan dan menerka-nerka siapa yang akan dipilih Marwan Hamami untuk mendampingi pada pilkada 2020 mendatang.

Hingga kini, meski sudah ada deklarasi dukungan kepada Marwan dua Priode dari Golkar, PAN dan Demokrat bahkan yang terbaru ada sinyal dari PDIP tak membuat Marwan segera menentukan calon pendapingnya.

Bacaan Lainnya

Selain waktunya masih tersisa panjang, kehati-hatian juga menjadi pertimbangan dirinya untuk segera menentikan sikap.

“Yang pasti calon pendamping saya nanti, harus ‘Runtut Raut Sauyunan’ yang berarti melangkah bersama-sama untuk mewujudkan visi misi kita bersama’.

Saya tidak mau lagi, jika dari awal sudah tidak harmonis dan bermasalah, jangan sampai ada lagi kejadian kawin paksa kembali, “terang Marwan saat berada di Pendopo, (02/01).

Menurutnya, kembali majunya dirinya untuk mencalonkan Bupati di Pilkada 2020 mendatang bukan karena haus jabatan semata, tetapi lebih kepada ingin membangun bersama Kabupaten Sukabumi lebih baik. “Jadi, tidak ada semangat menang dan kalah, yang ada semangat membangun demokrasi yang sehat, “terangnya.

Kalau hanya tujuannya menang bisa saja dengan membeli semua parpol, tetapi itu akan berbuat jahat kepada kandidat lain. Hari ini, PAN dan Demokrat serta Golkar sudah sepakat, kemudian Gerindra sudah memberikan lampu hijau, PPP sama kemudian PKB dan terakhir PDIP yang sudah memberikan sinyal.

Namun, hal itu tidak menjadikan jaminan untuk bisa digabungkan. “Jika dirangkul semua secara psikologis tidak bagus juga, banyak yang anggap jika dirangkul semua itu kebanggaan.

Tetapi bagi saya sedih, karena bisa menghilangkan pembelajaran demokrasi kepada masyarakat. Jangan sampai kejadian di Makassar kejadian di Sukabumi, melawan kotak kosong dan kalah. Makanya saya dorong ada calon lain muncul, “tukasnya. (hnd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *