POLITIK

Ketegangan Jelang Coblosan di Penajam Paser Utara

×

Ketegangan Jelang Coblosan di Penajam Paser Utara

Sebarkan artikel ini

Belum diketahui isi dari koper tersebut. Kedua kuasa hukum lalu diminta menyusun dan menandatangani berita acara penggeledahan oleh ketua panwaslu. Namun, Rochman Wahyudi menolak. Selain hanya ditulis tangan, berita acara tersebut tidak memuat secara detail berapa jumlah uang yang ditemukan saat pengge­ledahan. “Jangan sampai berita acara itu nyerang kami. Bagaimanapun caranya, saya harus bertahan demi hukum, saya harus melindungi ormas saya,” katanya.

Rochman juga membantah adanya intimidasi dalam bentuk apa pun itu. Bahkan, mereka tidak melarang keenam perempuan di dalam untuk keluar kamar. Tindak kekerasan seperti menendang pintu dan menggedor pintu kamar pun dikatakannya tidak ada dilakukan anggota ormas yang berada di luar kamar. Massa pendukung AHLI hanya menyuruh keluar kamar.

Bank bjb Tandamata

Perlu ditekankan di situ ada Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Czi Dwi Imam Subagiyo, dan Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf. “Kalau itu dianggap penyanderaan, berarti penegak hukum ikut menyandera?” papar Rochman dalam jumpa pers kemarin.

Gunawan, sekretaris tim paslon AHLI menyesalkan, saat enam perempuan di dalam kamar dievakuasi, tidak dilakukan pemeriksaan badan oleh aparat yang bertugas di sana. Dia pun menduga bisa saja barang bukti disimpan di dalam pakaian yang mereka kenakan saat dilakukan evakuasi sekitar pukul 03.00 Wita. “Seharusnya drama ini tidak (perlu) terjadi kalau orang di dalam kamar kooperatif,” tuturnya.

Sementara itu, Agus Amri mengklaim, saat penggeledahan, tidak ada bukti yang mengarah pada indikasi politik uang. Kliennya yang diintimidasi pun disebutnya tertekan. Bahkan, Hijrah Mas’ud dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. “Mereka menginap di sini (Penginapan Venus) karena ada urusan keluarga. Bagi saya, ini tidak ada kaitannya dengan pilkada,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf memastikan, pihaknya tidak menemukan uang dalam jumlah banyak saat memeriksa barang bukti dari kamar nomor 5 di Penginapan Venus. Saat pemeriksaan yang dilakukan oleh dirinya dan seorang staf lainnya, hanya ditemukan 11 tas dan 1 koper berisi pakaian dan alat rias. Selain itu, sebuah tas kecil berisi uang dengan pecahan Rp 100 ribu berjumlah jutaan dan beberapa nasi bungkus dalam kantong plastik yang tidak diketahui jumlahnya.