”Pengalaman saya, pilkada, pengantin pemilu tidak pernah bisa memilih pasangannya sendiri, semua dijodohkan,” kata Ridwan Kamil.
Menurut dia, dalam politik kemungkinan selalu ada dengan siapa setiap bakal calon akan dipasangkan. Ridwan Kamil berpendapat, kepopuleran saat ini yang bisa jadi menghasilkan survei yang tinggi untuk menjadi calon pasangan Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2024 belum tentu mengantarkan pasangan politik lantas menang.
”Karena tidak berbanding lurus hasil survei dengan menang, tidak selalu begitu,” terang Ridwan Kamil.






