JAWA BARATPOLITIK

Hasil Survei : Dedi Mulyadi Pesaing Berat Ridwan Kamil Pigub Jabar 2024

×

Hasil Survei : Dedi Mulyadi Pesaing Berat Ridwan Kamil Pigub Jabar 2024

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR dari Partai Golkar Dedi Mulyadi
Anggota DPR dari Partai Golkar Dedi Mulyadi. (Instagram Dedi Mulyadi/Antara)

BANDUNG — Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan, Dedi Mulyadi telah menjadi bintang baru. Anggota DPR dari Partai Golkar itu akan menjadi pesaing berat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024.

Menurut Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, posisi Dedi Mulyadi akan makin melenggang jika Ridwan Kamil tak mencalonkan lagi karena maju sebagai capres atau cawapres. Hasil tersebut tertuang dalam survei tentang preferensi pemilih warga Jawa Barat terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 2024.

Bank bjb Tandamata

”Survei dilakukan pada 2–7 Februari dengan wawancara tatap muka menggunakan metodologi multistage random sampling. Jumlah responden 600 orang dengan margin of error 4,1 persen,” ujar Toto Izul Fatah seperti dilansir dari Antara.

Toto Izul Fatah menjelaskan, potensi mantan bupati Purwakarta dua periode itu tergambar jelas dari posisi elektabilitasnya yang meroket untuk ukuran sebagai calon pendatang baru. Meskipun, jika dibanding dengan posisi elektabilitas Ridwan Kamil sebagai incumbent masih memimpin.

Toto menyebut posisi elektabilitas masing-masing dalam berbagai simulasi jumlah calon. Untuk simulasi 20 calon gubernur, RK memimpin dengan 45,2 persen, Dedi Mulyadi 24,7 persen, disusul Dede Yusuf 8,5 persen.

Sementara itu, calon lainnya, mulai dari Wagub Jabar saat ini, UU Ruzhanul Ulum, Cellica, Desy Ratnasari, Ahmad Syaikhu, Bima Arya, Nurul Arifin, Rieke Dyah Pitaloka, Ace Hasan Sadzily, dan lain-lain, masih di bawah 5 persen.

Saat dikerucutkan menjadi enam calon, RK 47,3 persen, DM 25,5 persen, Dede Yusuf 12,7 dan yang lainnya seperti Uu Ruzhanul Ulum, Ahmad Syaikhu, M. Farhan masih tetap di bawah 5 persen.

Menurut dia, yang menarik, pada simulasi 10 calon tanpa Ridwan Kamil, posisi Dedi Mulyadi melesat ke 38,0 persen, disusul Dede Yusuf menjadi 22,7 persen, Uu Ruzhanul Ulum 6,7 persen, Desy Ratnasari 5,8 persen, Ahmad Syaikhu 3,5 persen, dan Attalia Kamil 1,8 persen.

”Dari simulasi tanpa Ridwan Kamil terlihat jelas bahwa Kang DM yang paling banyak menerima berkah limpahan suara. Disusul Dede Yusuf yang cukup tinggi juga. Karena itu, jika RK akhirnya lebih memilih sebagai capres atau cawapres, tidak sebagai cagub, hanya Dedi Mulyadi yang punya potensi melenggang menang,” kata Toto.

Namun begitu, dalam pandangan peneliti senior LSI Denny JA, itu peluang buat kandidat lain tetap terbuka sejauh mereka mampu memenuhi tuntutan hukum besinya untuk menang. Baik tuntutan mendongkrak pengenalan maupun kesukaan dengan kerja-kerja kampanye yang terukur.

”Apalagi, masih ada waktu cukup lama, yaitu sekitar tiga tahun kurang sampai 2024 nanti,” ucap Toto Izul Fatah.