Ia menegaskan bahwa keputusan seluruh kader beringin dalam Munas ke-XI Partai Golkar 2024 menyerahkan kepada ketua umum sebagai formatur kepengurusan.
“Tadi dalam keputusan Munas memang untuk dewan pembina dewan etik kemudian dewan kehormatan itu diberikan kewenangan kepada ketua umum sebagai ketua formatur untuk memilih,” tutupnya.(*)






