DPR RI dan KKP Bagikan 3,5 Ton Ikan Segar

Anggota komisi IV DPR RI, drh Slamet saat memberikan paket ikan kepada salah seorang warga.

RADARSUKABUMI.com — Kementrian Kelautan dan Perikinan (KKP) bekerjasama dengan mitra kerja Komisi IV DPR RI, melakukan kegiatan perluasan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di 110 lokasi di 21 provinsi, termasuk di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan yang dilakukan di Rumah Aspirasi anggota DPR RI, drh Slamet Jalan Bhineka Karya Kecamatan Gunungpuyuh ini sebagai upaya upaya memenuhi asupan gizi untuk daya tahan tubuh masyarakat terdampak Covid-19, sekaligus mencegah stunting pada anak.

Bacaan Lainnya

“Ikan merupakan salah satu asupan gizi yang kaya protein dan omega 3 yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat tidak hanya mencegah penularan Covid-19, melainkan stunting,” ujar Slamet kepada awak media, kemarin (10/6).

Diterangkan dia, program ini akan berlangsung dari bulan Juni hingga Oktober mendatang dengan total bantuan ikan segar dan olahan ikan sebanyak 1.000 paket dibagikan kepada warga Kota Sukabumi dan untuk warga Kabupaten Sukabumi.

“Sebanyak 1.000 paket yang dibagikan kepada warga ini, masing-masing berisi 4 jenis ikan dan 1 jenis olahan per paket terdiri dari 1 kilogram ikan layang, 1 kilogram ikan tongkol dan 1 kilogram ikan kembung atau total 3,5 ton ikan segar.

Tidak hanya itu ada juga 1/2 kg cumi dan 1 pcs ikan sarden kaleng ukuran 425 gram plus 5.000 pcs masker ayo makan ikan,” terangnya.

Adapun jalur distribusi bantuan ikan tersebut untuk 22 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, yakni Kecamatan Cimanggu, Cibitung, Ciracap, Surade, Jampang Kulon, Ciemas, Lengkong, Cidadap, Cidolog, Jampang Tengah, Purabaya.

Lalu Sagaranten, Nyalindung, Kebonpedes, Cirenghas, Gegerbitung, Sukaraja, Gunungguruh, Cibadak, Cisaat, Curug Kembar dan 7 kecamatan di Kota Sukabumi, yakni Kecamatan Cikole, Gunungpuyuh, Warudoyong, Baros, Cibeureum, Lembursitu, dan Citamiang.

“GEMARIKAN ini merupakan program utama untuk membentuk sumber daya masyarakat yang cerdas,” terang Slamet. “Ikan tersebut diambil dari UKM daerah Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi dan UKM Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Hal itu agar menyerap produk UKM setempat sekaligus sebagai promosi produk UKM,” tambah Slamet.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Trisna Ningsih menyampaikan, Sukabumi merupakan salah satu target lokasi intervensi stunting.

Trisna menuturkan, angka stunting Kabupaten Sukabumi pada tahun 2019 sebesar 37,6 persen, lebih tinggi dari Provinsi Jabar sebesar 29,9 persen. Hal itu menunjukan bahwa dari 100 balita di Kabupaten Sukabumi terdapat 37 balita stunting.

Berdasarkan data Susenas (2018), Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kabupaten Sukabumi sebesar 23,24 kilogram per kapita dan Kota Sukabumi sebesar 18 kilogram per kapita, masih di bawah capaian AKI Provinsi Jawa Barat sebesar 29,64 kilogram per kapita.

“Apabila melihat angka tersebut masih jauh di bawah capaian AKI Nasional sebesar 50,69 kilogram per kapita,” tuturnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Dinas Provinsi Jawa Barat yang diwakili Plt Kepala UPTD Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Kabid PSDKP), Wardini Mulatsari, dan Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Trisna Ningsih, Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, Perwakilan dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Sukabumi, Kabid DKP3 Kota Sukabumi, Cecep Rapih dan sejumlah tamu undangan. (why)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan