POLITIK

Debat Publik Kedua Paslon Bupati Sukabumi Dilaksanakan di Bandung, Heri Gunawan : Itu Ranah KPU

×

Debat Publik Kedua Paslon Bupati Sukabumi Dilaksanakan di Bandung, Heri Gunawan : Itu Ranah KPU

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan . (FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan . (FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI – Anggota DPR RI dari fraksi partai Gerindra Heri Gunawan menyoroti pelaksanaan debat publik kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Jumat, 22 November 2024, di gelar di luar Sukabumi yakni di Pajajaran Convention Centre, Sutan Raja Hotel Soreang, Kabupaten Bandung.

Heri Gunawan melihat sejauh ini kondisi pelaksanaan tahapan tahapan pilkada di kabupaten Sukabumi masih relatif kondusif, meski terdapat sedikit gejolak-gejolak namun hal itu merupakan hal biasa terjadi dalam pesta demokrasi.

Bank bjb Tandamata

“Secara keseluruhan menurut saya kondusif, ada gejolak gejolak, tapi saya yakin seyakin-yakinnya warga Sukabumi ini bukan warga yang gak faham, kita faham pilkada ini, pemilihan ini bukan hanya sebatas memilih, tetapi kita harus menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Heri Gunawan saat di wawancara. Jumat, (22/11/2024.

Heri Gunawan kembali menegaskan, jika berbicara secara keseluruhan sejak awal setiap tahapan tahapan pelaksanaan pilkada serentak terlihat kondusif, meski di kabupaten Sukabumi terdapat dua calon bupati bupati dan wakil bupati yang akan berkontestasi dalam pilkada serentak tahun 2024 diakuinya gesekan akibat beda pendapat, beda pilihan ada, namun hal itu masih terlihat wajar.

“Gesekan itu ada, tapi rasanya gesekan itu tidak terlalu besar, kecuali di kumpulkan jadi satu kesatuan,” jelasnya.

Heri Gunawan mencontohkan, seperti rencana akan dilaksanakan debat publik kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang digelar di Bandung, jika massa kumpulkan di Palabuhanratu dengan rencana debat akan dilaksanakan di Grand Inna Samudra Beach Hotel, Ia melihat akses lokasi dan jalan memang perlu mendapat pertimbangan.

“Kenapa ko debatnya dipindah, ini versi saya, kacamata saya, kalau melihat di Palabuhanratu, kalau tempatnya di GISBH kan satu arah ke atas, tidak ada lagi jalan yang berbeda,” terangnya.

“Bisa saja takutnya ngumpul massa disitu, baliknya juga sama lewat situ, nanti terjadi bentrok, kan kasian pengamanan, jadi mungkin akan lebih baik, biarlah itu menjadi ranah KPUD,” tandasnya. (ndi/d).