SUKABUMI– Anggota DPRD Kota Sukabumi, Irwan Setiawan atau yang akrab disapa Iwong kembali maju di Pemilihan Legislatif 2019 ini. Kepercayaan masyarakat kepada dirinya untuk menjadi wakil rakyat nampaknya cukup besar. Iwong menjadi anggota DPRD Kota Sukabumi sudah 3 periode atau sekitar 15 tahun.”Kita ini dipilih dan dipercaya oleh masyarakat, kita bukan lagi milik keluarga saja tapi konsituen kita.
Mudah-mudah saja masyarakat masih mempercayai saja,” ujar Iwong saat ditemui di DPRD Kota Sukabumi, kemarin. Iwong menyadari sebagai Anggota DPRD itu harus bisa mengayomi dan memberikan solusi kepada masyarakat dan juga menanamkan progam baik itu pemerintahan atau pribadi. Artinya sebagai anggota dewan itu jangan menjadi hal yang mewah sehingga memiliki ego yang tinggi.
“Dewan ini adalah yang terhormat, jangan seperti itu. Kita harus bisa berbagi waktu, sebagai wakil rakyat harus lebih sering berkecimung di masyarakat dibanding ditempat kerja. Kita harus paling terdepan tahu dan mencari solusi keinginan masyarakat,” ujarnya. Mungkin saja kata Iwong hal tersebut yang menjadikan dirinya kembali terpilih menjadi anggota DPRD. Sehingga dirinya terjun kembali di Pileg nanti. ” Bosen sih, ya tapi mungkin ini karena tuntutan dari masyarakat,” ungkapnya.
Iwong yang berangkat di Partai Golkar pun tak muluk-muluk mendapatkan raihan suara di daerah pemilihan 3 meliputi Kecamatan Gunung Puyuh dan Warudoyong. Iwong mentargetkan raihan suara dikisaran 1500 suara sampai 2 ribu suara. “Ya kalau pun mencapai 6 ribu itu kan susah nanti menjaganya. Saya standar saja, kemauan kita untuk mengurus masyarakat dan pola pikir kita ada batasannya. Kalau suara banyak tapi banyak gemuruh dari pada tulusnya buat apa,” ujarnya.
Ditambahkannya jangan sampai ketika konsituen sangat banyak dan nantinya akan menuntut dirinya untuk korupsi buat apa. Bukti kongkritnya saja, di hari- hari besar seperti HUT kemerdekaan, Mualid nabi dan lainnnya tentu sebagai wakil rakyat harus memberikan atensi kepada konsituennya. ” Nah kalau banyak gimana, jangan sampai menuntu kita menjadi dosa,” jelasnya.
Iwong pun menyadari dalam upaya meyakinkan masyarakat itu sangat sulit dan membutuhkan proses yang lama. ” Ada yang cepat sih seperti pemilih pragmatis tapi kan tidak banyak. Mending kita jaga silaturahmi dan pendekatan emosional di masyarakat,” pungkasnya.
(bal)




