Berpaling dari PDI Perjuangan, Nasdem Dekati Gerindra

  • Whatsapp
KOMUNIKASI POLITIK : Jajaran Pengurus NasDem pada saat bersilaturahmi dengan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara beberapa waktu lalu

SUKABUMI — Jelang Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, sejumlah Partai mulai melakukan manuver politik demi mengamankan suara partai pada pesta lima tahunan tersebut. Buktinya, beberapa partai politik mulai dari parpol kecil dan besar berlomba-lomba untuk berperan aktif melakukan penjajakan dan komunikasi politik. Salah satunya dilakukan oleh partai Nasional Demokrat (NasDem) yang sudah mulai dipanaskan sejak kepimpinan baru untuk ikut aktif dalam kancah perpolitikan di Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut tidak ditampik oleh Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Sukabumi, Ucok Haris Maulana Yusuf yang jauh-jauh hari setelah dirinya terpilih memimpin NasDem Kabupaten Sukabumi melakukan manuver dengan berkomunikasi dengan sejumlah parpol. Untuk saat ini komunikasi yang dilakukan oleh NasDem dilakukan dengan semua parpol, baik kubu petahana Marwan dan petahana Adjo dan bahkan dengan kubur Reni.

Bacaan Lainnya

“Kalau saat ini NasDem mencoba komunikasi ke segala arah, tetapi kami lebih intens dengan Gerindra, bahkan saya dengan kang Yudha (Ketua DPC Gerindra red) sudah memberikan sinyal ingin bersama satu fraksi dengan Gerindra. Dan sudah mencoba membuat surat untuk keluar dari Fraksi PDI Perjuangan, “jelas Ucok saat dihubungi Radar Sukabumi, (14/07).

Bahkan komunikasi terus dibangun dengan serius, kalaupun ada peluang NasDem berkoalisi dengan Gerindra kenapa tidak. Pasalnya mengingat Gerindra memiliki 9 kursi dan NasDem 1 Kursi sudah cukup untuk maju. “Ya kalau ada peluang untuk maju kader NasDem kenapa tidak, tetapi kami akan melihat konstelasi politik dilapangan, apakah nantinya NasDem mengusung, mendukung atau seperti apa kita masih melakukan komunikasi dengan parpol lain, mengingat kami menyadari hanya punya satu kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, “jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, berbicara Pilkada di mata NasDem tentunya melihat kepentingan kebesaran partai di 2024 nanti, jika ingin besar harus benar-benar matang dalam menentukan sikap. “Saya memiliki kenyakinan partai ini akan besar, saya masuk ke partai ini karena tertangtang untuk membesarkan partai dengan strategi yang saya miliki selama berpolitik di Kabupaten Sukabumi,”cetusnya.

Namun, dirinya menegaskan bahwa kalau ditanya sikap NasDem hari ini jawabannya adalah belum bersikap untuk memutuskan kemana arah NasDem di Pilkada 2020 nanti. Apakah mendukung, mengusung atau seperti apa. Kalau harapan kader, tentunya ada kader NasDem yang maju di Pilkada nanti. Tetapi kami harus realistis.

“Kami masih mencari peluang terbaik, kemungkinan NasDem menentukan sikap detik-detik terakhir, pasalnya hingga saat ini di Parpol lain juga belum ada yang benar-benar fiks. Kami ingin seperti kartu AS, maka akan mencari peluang untuk menjadi bagian pelaku sejarah dalam pilkada nanti bukan sebagai penonton, “tukasnya. (hnd)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *