POLITIK

Bawaslu Sorot Kepala Daerah Tidak Netral

RADARSUKABUMI.com – BANDUNG– Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengindikasikan adanya kepala daerah yang diduga melakukan pelanggaran kampanye. Kepala daerah di priangan timur ini diduga mengarahkan dukungan kepada salah satu calon legislatif melalui pidatonya dibeberapa tempat.

Hal tersebut diduga melanggar aturan kampanye terlebih yang bersangkutan tidak mengajukan cuti. Menurut Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Barat Yulianto yang juga koordinator divisi pencegahan sengketa, kasus ini masih dalam penanganan bawaslu.

“Ada indikasi kepala daerah di priangan timur, yang melanggar aturan kampanye. Dalam pidatonya mengarahkan kepada salah satu calon anggota legislatif, kita bawaslu masih tangani ini,” ungkap Yulianto seusai menghadiri rapat kordinasi pengawasan tahapan Pileg Pilpres yang digelar Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Grand Metro, Rabu (12/12).

Tidak hanya dugaan keberpihakan Kepala Daerah, kata Yulianto, pihaknya juga sudah menerima beberapa laporan terkait netralitas ASN di beberapa Kota/Kabupaten. Kondisi ini tentu harus diantisipasi oleh Bawaslu di seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. “Ini harus diantisipasi oleh Bawaslu kota dan Kabupaten, terkait pelanggaran kampanye,” kata Yulianto.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Tasikmalaya Dodi Djuanda memprediksi pelanggaran pemilu akan meningkat menjelang hari H pelaksanaan Pileg dan Pilpres April 2019 mendatang. Pasalnya tahapan pemilu masih terbilang panjang.

Untuk itu, kata Dodi, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sudah harus bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya peningkatan pelanggaran pemilu. Terutama dalam hal peningkatan kapasitas pemahaman anggota mulai dari tingkat Bawaslu, Panwascam sampai ditingkat PPL.

“Saat ini kita fokus pada peningkatan kapasitas pemahaman anggota soal aturan pemilu. Jangan sampai terjadi perbedaan pemahaman misal di sana disebut pelanggaran tapi di sini tidak,” pungkas Dodi.

(gan)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button