“Kita harus mulai lewat munajat. Berdoa sepenuh hati mengharapkan rida, ampunan, dan hidayat Allah SWT agar negeri ini damai, semakin maju, negeri yang baldatun thayibatun wa rabbun ghafur,” paparnya.
Sebab, lanjut Agung, pilpres harus menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam balutan demokrasi yang penuh kegembiraan, jauh dari fitnah, hoaks, serta kebohongan.
Adhia juga menuturkan, acara akan diisi dengan doa keselamataan negeri oleh 5000 jamaah dari takmir masjid, majelis taklim, dan komunitas pesantren.
“Kita mendoakan agar bangsa ini bisa melewati pesta demokrasi dengan aman dan damai, serta bisa menghasilkan kepemimpinan terbaik yang mampu memajukan negeri ini dan tulus memberi keteduhan bagi semua,” katanya.
Para alim ulama juga akan memimpin doa untuk memohon ketenangan dan kesejahteraan bangsa pada Allah SWT. “Harapan kita semua sama. Jangan sampai cita-cita mulia memajukan negeri ini dinodai dengan fitnah. Kita kedepankan islah untuk Indonesia yang lebih berkah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adhia mengajak warga Jabar untuk datang ke acara yang akan dimulai pukul 12.00 WIB. Di sana semua bisa berdoa bersama untuk keselamatan negeri.
“Jabar harus adem. Indonesia harus penuh rahmat dan rahim. Semua konflik harus berhenti dari sini. Momennya ada di Jabar,” pungkasnya.
Editor : Dimas Ryandi
Reporter : Sabik Aji Taufan




